Memahami Museum Pendidikan Nasional: Menelusuri Jejak Sejarah Pendidikan Indonesia!
Memahami Museum Pendidikan Nasional: Menelusuri Jejak Sejarah Pendidikan Indonesia!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di balik megahnya sistem pendidikan modern yang kita kenal saat ini, tersimpan jejak panjang perjuangan dan perkembangan pendidikan di Indonesia.
Salah satu tempat yang menyimpan rekam jejak penting tersebut adalah Museum Pendidikan Nasional.
Terletak di kawasan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, museum ini menjadi wadah yang mengabadikan dinamika pendidikan tanah air dari masa ke masa.
Museum Pendidikan Nasional, atau sering disebut juga sebagai Musdiknas, resmi dibuka pada tahun 2015.
BACA JUGA:Revolusi 1945 Dimulai Hari Pertama yang Mengubah Takdir Bangsa Selamanya
Bangunannya berdiri megah dengan arsitektur modern yang memadukan unsur tradisional dan kontemporer, mencerminkan perjalanan panjang pendidikan di Indonesia yang terus bertransformasi tanpa meninggalkan akar budayanya.
Begitu memasuki area museum, pengunjung disambut dengan ruang pamer yang didesain interaktif dan informatif.
Di dalamnya, terdapat ribuan koleksi artefak, dokumen, foto, dan benda-benda bersejarah lainnya yang menggambarkan bagaimana pendidikan di Indonesia berkembang mulai dari masa kerajaan, kolonial, hingga era kemerdekaan dan zaman digital seperti sekarang.
Salah satu bagian yang paling menarik adalah ruang zaman kolonial, yang memperlihatkan bagaimana sistem pendidikan di masa Hindia Belanda sangat terbatas dan eksklusif.
Sekolah-sekolah hanya tersedia bagi kalangan tertentu, dan bahasa Belanda menjadi bahasa pengantar utama.
Koleksi meja kayu tua, papan tulis klasik, dan buku-buku pelajaran dari era itu membuat pengunjung seolah-olah dibawa kembali ke masa lalu.
Tak kalah penting adalah ruang yang menampilkan tokoh-tokoh pendidikan nasional, seperti Ki Hajar Dewantara, Dewi Sartika, dan tokoh-tokoh lainnya yang berjasa dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi rakyat.
Di ruang ini, pengunjung bisa melihat kutipan inspiratif, biografi, serta dokumentasi perjuangan mereka.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
