Pemkot PGA

Mengungkap Tabir Gelap Pantai Payangan, Sejarah Terlupakan dan Ritual Tersembunyi

 Mengungkap Tabir Gelap Pantai Payangan, Sejarah Terlupakan dan Ritual Tersembunyi

Mengungkap Tabir Gelap Pantai Payangan, Sejarah Terlupakan dan Ritual Tersembunyi-foto:net-net

PAGARALAMPOS.COM - Mengungkap Tabir Gelap Pantai Payangan, Sejarah Terlupakan dan Ritual Tersembunyi

Terletak di Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Jawa Timur Pantai Payangan dikenal karena keindahan alamnya yang menakjubkan. Garis pantainya dikelilingi oleh perbukitan hijau tebing curam dan pasir hitam pekat yang kontras dengan ombak biru Samudera Hindia.

Namun di balik keelokannya tersimpan banyak cerita sejarah dan misteri yang membuat pantai ini menjadi salah satu lokasi paling memikat sekaligus mistis di wilayah pesisir selatan Jawa.

Sekilas Tentang Pantai Payangan

Pantai Payangan bukan sekadar destinasi wisata. Ia terdiri dari empat pantai kecil dan satu pulau bukit yang dikenal dengan Bukit Seribu Janin nama yang sudah membuat bulu kuduk merinding sejak disebutkan.

Pantai-pantai ini menyatu dalam satu kawasan masing-masing dengan karakternya sendiri. Selain itu lokasinya yang berdekatan dengan Tanjung Papuma dan Watu Ulo menjadikan Payangan sebagai bagian penting dari jalur wisata selatan Jember yang eksotis.

BACA JUGA:Menginggat Kembali Hari Kartini: Sejarah Warisan Ibu Kartini, Jejak Emansipasi yang Menginspirasi Bangsa!

BACA JUGA:Menggali Kembali Sejarah Kebaya Kartini: Simbol Emansipasi dan Identitas Perempuan Indonesia!

Namun apa yang tidak banyak diketahui adalah bagaimana pantai ini menjadi lokus ritual dan legenda spiritual yang sudah berlangsung selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Asal Usul Nama "Payangan"

Secara etimologi belum ada penjelasan pasti mengenai asal muasal nama "Payangan." Namun menurut penuturan warga setempat, nama tersebut diyakini berasal dari kata "payang" yaitu sejenis perahu tradisional nelayan Madura dan pesisir selatan Jawa.

Dalam konteks sejarah wilayah pesisir selatan Jember memang banyak dihuni oleh nelayan-nelayan dari berbagai suku termasuk Madura Osing dan Jawa. Mereka membawa serta budaya dan kisah mistisnya masing-masing.

BACA JUGA:Sejarah Penggunaan Metode Hisab dalam Menentukan Idulfitri

BACA JUGA:Sejarah Hari Kartini: Mengenang Perjuangan Sang Pelopor Emansipasi Wanita Indonesia!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait