Pemkot PGA

Sungai Kapuas: Jejak Sejarah, Peradaban, dan Kehidupan di Jantung Kalimantan Barat!

Sungai Kapuas: Jejak Sejarah, Peradaban, dan Kehidupan di Jantung Kalimantan Barat!

Sungai Kapuas: Jejak Sejarah, Peradaban, dan Kehidupan di Jantung Kalimantan Barat!-net: foto-

PAGARALAMPOS.COMSungai Kapuas merupakan Sungai terpanjang di Indonesia dan menjadi simbol kehidupan masyarakat Kalimantan Barat.

Dengan panjang mencapai sekitar 1.143 kilometer, sungai ini membelah Pulau Kalimantan dari wilayah pedalaman hingga ke pesisir barat yang bermuara di Laut Cina Selatan.

Tidak hanya sebagai jalur transportasi utama, Sungai Kapuas juga menyimpan jejak sejarah yang kaya, mencerminkan dinamika kehidupan suku-suku asli, pengaruh kerajaan, hingga kolonialisme.

Asal-Usul dan Letak Geografis

BACA JUGA:Sejarah dan Misteri Pulau Flores: Jejak Manusia Purba, Tradisi Mistis, dan Keajaiban Alam!

Sungai Kapuas berhulu di Pegunungan Müller, yang terletak di bagian timur Kalimantan, dekat perbatasan dengan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Sungai ini kemudian mengalir ke arah barat melintasi berbagai kabupaten seperti Kapuas Hulu, Sintang, Sekadau, Sanggau, hingga akhirnya bermuara di Kota Pontianak.

Kawasan sekitar Sungai Kapuas dikenal memiliki ekosistem yang sangat kaya, mulai dari hutan hujan tropis, rawa gambut, hingga danau-danau besar seperti Danau Sentarum.

Kondisi ini menjadikan sungai sebagai habitat penting bagi berbagai flora dan fauna endemik, serta sumber penghidupan bagi masyarakat lokal.

BACA JUGA:Mengungkap Sejarah dan Misteri Pulau Bawean: Jejak Peradaban Kuno, Legenda Mistis, dan Warisan Budaya!

Peran Sungai Kapuas dalam Peradaban Lokal

Sejak ribuan tahun lalu, Sungai Kapuas sudah menjadi pusat aktivitas manusia. Berbagai suku asli seperti Dayak dan Melayu telah lama menggantungkan hidup mereka pada aliran sungai ini.

Sungai menjadi sumber air, jalur transportasi, tempat mencari ikan, serta ladang pertanian melalui sistem ladang berpindah.

Di masa lampau, sungai ini juga menjadi jalur perdagangan penting. Para pedagang dari pesisir akan menyusuri Kapuas untuk berdagang dengan masyarakat pedalaman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait