Sejarah Kota Tua Surabaya: Dari Pusat Perdagangan Kolonial hingga Saksi Perjuangan Kemerdekaan!

Sejarah Kota Tua Surabaya: Dari Pusat Perdagangan Kolonial hingga Saksi Perjuangan Kemerdekaan!

Sejarah Kota Tua Surabaya: Dari Pusat Perdagangan Kolonial hingga Saksi Perjuangan Kemerdekaan!-net: foto-

PAGARALAMPOS.COM - Sebelum menjadi kota modern seperti sekarang, wilayah Surabaya sudah dikenal sebagai pusat perdagangan penting sejak zaman Kerajaan Majapahit pada abad ke-13 hingga ke-15.

Letaknya yang strategis di tepi Selat Madura menjadikannya tempat persinggahan kapal-kapal dagang dari berbagai daerah, termasuk Cina, Arab, dan India.

Menurut beberapa catatan sejarah, nama "Surabaya" diyakini berasal dari legenda pertempuran antara suro (ikan hiu) dan boyo (buaya), yang melambangkan pertarungan antara kekuatan laut dan darat.

Setelah runtuhnya Majapahit pada akhir abad ke-15, Surabaya berkembang menjadi pusat perdagangan yang dikuasai oleh Kesultanan Demak dan kemudian Kesultanan Mataram.

BACA JUGA:Menelusuri Kisah Sejarah Benteng Marlborough: Jejak Kolonial Inggris di Bumi Bengkulu!

Wilayah ini terus berkembang hingga akhirnya menarik perhatian bangsa Eropa, terutama Belanda.

Kedatangan Belanda dan Pembangunan Kota

Pada awal abad ke-17, Belanda mulai memperluas pengaruhnya di Jawa, termasuk Surabaya.

Tahun 1617, VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie) mulai menanamkan kekuasaannya di Surabaya dengan menjadikannya sebagai salah satu pusat perdagangan utama di Hindia Belanda.

BACA JUGA:Menilik Kisah Sejarah Kapal Hantu SS Ourang Medan: Misteri yang Menghantui Samudra!

Pada tahun 1743, Belanda secara resmi menguasai Surabaya setelah Sultan Mataram menyerahkan wilayah ini kepada VOC.

Bangunan-Bangunan penting mulai dibangun, seperti Gedung Internatio, Gedung Bank Indonesia, Jembatan Merah, dan Kantor Gubernur Hindia Belanda.

Kota Tua Surabaya pada Masa Kolonial

Kantor Gubernur Jawa Timur: Dibangun pada masa kolonial, bangunan ini masih digunakan sebagai kantor pemerintahan hingga kini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: