Konflik Iran-Israel Memicu Potensi Krisis Energi Global, Indonesia di Ambang Ancaman Ekonomi

Konflik Iran-Israel Memicu Potensi Krisis Energi Global, Indonesia di Ambang Ancaman Ekonomi

Konflik Iran-Israel Memicu Potensi Krisis Energi Global, Indonesia di Ambang Ancaman Ekonomi--

PAGARALAMPOS.COM - Geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melancarkan serangan drone dan rudal ke Israel pada Sabtu malam (13/4/2024).

Serangan langsung pertama terhadap Tel Aviv ini berisiko meningkatkan eskalasi regional, dengan Amerika Serikat (AS) berjanji memberikan dukungan "kuat" kepada Israel.

Serangan ini terjadi ketika proksi Iran di Irak, Lebanon, Suriah, dan Yaman melancarkan serangkaian serangan terhadap sasaran-sasaran Israel dan Barat sejak 7 Oktober.

Pada saat itu, serangan teror dari Hamas yang didukung Iran menghancurkan daerah di Israel selatan, memicu serangan balasan Tel Aviv ke Gaza, Palestina.

BACA JUGA:Peduli Kesehatan Warga Papua, Satgas Yonif 200/BN Gelar Layanan Kesehatan Keliling

Iran dan Israel, dua negara dengan letak geografis di Timur Tengah, memiliki potensi besar untuk mempengaruhi harga komoditas global, khususnya minyak mentah.

Timur Tengah adalah salah satu wilayah dengan produsen minyak terbesar di dunia.

Dampak Terhadap Indonesia

Indonesia, sebagai negara net importir minyak, berpotensi menghadapi beberapa dampak negatif jika konflik antara Iran dan Israel meluas:

BACA JUGA:Digempur Rudal Balistil dan Drone Kamikaze Iran, Boeing 767-300ER Israeli Air Force Tinggalkan Sarangnya

Harga Minyak Melambung

Iran adalah salah satu produsen minyak terbesar di dunia, dengan produksi sekitar 3,9 juta barel per hari dan ekspor sekitar 1,29 juta bpd pada 2023.

Konflik ini berpotensi mengganggu produksi dan distribusi minyak, memicu kenaikan harga.

Sebagai contoh, harga minyak naik 4% setelah perang Israel vs Hamas pada Oktober 2023 dan mencapai US$ 100 per barel setelah konflik Rusia-Ukraina pada Februari 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: