Ternyata Inilah Alasan Sultan Agung Meminta Perhiasan Kerajaan Pajang! Simak Ulasannya Disini

Ternyata Inilah Alasan Sultan Agung Meminta Perhiasan Kerajaan Pajang! Simak Ulasannya Disini

Ternyata Inilah Alasan Sultan Agung Meminta Perhiasan Kerajaan Pajang! Simak Ulasannya Disini-Foto: net-

PAGARALAMPOS.COM - Adipati Manduro mengirim utusan ke Pajang untuk menyampaikan surat. 

Setelah berbasa-basi, isi suratnya menawarkan janji dukungan jika Adipati Pajang berniat melakukan pemberontakan terhadap Mataram.

Adipati Pajang menyampaikan rasa terima kasihnya dan menyatakan sedang menunggu waktu untuk memberontak terhadap Sultan Agung

Di waktu yang hampir bersamaan itu, Sultan Agung mendengar kabar bahwa Pajang memiliki kuda yang sangat bagus.

BACA JUGA:Penemuan Bersejarah: Menggali Kebenaran di Balik Prasasti Usia 30.000 Tahun di Sacsayhuamán

BACA JUGA:Jejak Peradaban Romawi: Temuan Arsip dan Stempel Bersejarah di Turki

Sultan Agung mengirim utusan untuk meminta kuda yang bernama

Raja Pajang Sultan Hadiwijoyo meninggal dunia. Seharusnya, yang naik tahta adalah Pangeran Benowo, putra mahkota, namun Sunan Kudus berkehendak lain.

Sunan Kudus menginginkan Adipati Demak Aryo Pangiri, menantu Sultan Hadiwijoyo, yang naik tahta karena ia lebih tua dari Benowo. 

Danang Sutowijoyo, yang kelak menjadi kakek Sultan Agung, pun ingin membela Benowo sebagai putra mahkota.

BACA JUGA:Inilah Sejarah Candi Megah di Dalam Akar Pohon Raksasa yang Menyimpan Penuh Misteri

BACA JUGA:Mengulik Sejarah Lukisan Prasejarah di Situs Purbakala Tapurarang

Pamannya, Ki Juru Mertani, mencegahnya dengan mengatakan, “Jangan ikut campur tangan Senopati, sebaiknya segera pulang.” Di kemudian hari, untuk apa kakek Sultan Agung itu meminta perhiasan kerajaan dari Benowo?

Begitu mendengar kabar Sultan Hadiwijoyo meninggal, Danang Sutowijoyo yang sudah dikenal sebagai Panembahan Senopati segera menaiki kuda menuju Pajang. Senopati kemudian memandikan jenazah ayah angkatnya itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: