Si Pahit Lidah dan Puyang Putri, Pasangan Sakti yang Berasal dari Dua Dunia Berbeda dan Berjuang untuk Bersatu

Si Pahit Lidah dan Puyang Putri, Pasangan Sakti yang Berasal dari Dua Dunia Berbeda dan Berjuang untuk Bersatu

Si Pahit Lidah dan Puyang Putri, Pasangan Sakti yang Berasal dari Dua Dunia Berbeda dan Berjuang untuk Bersatu--

Dia pun mendekat dan menyapa wanita itu dengan sopan.

BACA JUGA:10 Benda Peninggalan Bersejarah Dan Melegenda Dari Kerajaan Sumatera Selatan, Nomor 7 Bikin Kaget!

“Hai, siapa namamu? Darimana asalmu? Apa yang sedang kamu lakukan di sini?” tanya Si Pahit Lidah dengan hati-hati.

Puyang Putri terkejut mendengar suara laki-laki itu. Dia segera menutup tubuhnya dengan kain dan menoleh ke arah Si Pahit Lidah. Dia juga terpesona dengan wajah tampan dan tubuh kekar laki-laki itu. Dia pun menjawab dengan ramah.

“Halo, namaku Puyang Putri. Aku berasal dari kayangan. Aku sedang mandi di sini karena aku suka dengan tempat ini. Tempat ini sangat indah dan menyegarkan.” jawab Puyang Putri dengan jujur.

“Kayangan? Apa itu kayangan? Apakah kamu seorang bidadari?” tanya Si Pahit Lidah dengan penasaran.

BACA JUGA:Kembali dengan Legenda Si Pahit Lidah! Ternyata Inilah Silsilah Keturunan Si Pahit Lidah Versi Suku Gumay

“Ya, aku seorang bidadari. Kayangan adalah tempat tinggalku. Tempat di mana para bidadari dan dewa-dewi hidup. Aku turun ke bumi karena aku ingin melihat dunia manusia.” jelas Puyang Putri dengan polos.

“Wow, kamu seorang bidadari? Aku tidak percaya. Aku belum pernah melihat bidadari sebelumnya. Apakah kamu bisa membuktikannya?” tantang Si Pahit Lidah dengan skeptis.

“Baiklah, aku akan membuktikannya. Lihatlah, ini adalah sayapku. Aku bisa terbang dengan sayap ini. Dan ini adalah mahkotaku. Aku bisa mengeluarkan cahaya dengan mahkota ini.” kata Puyang Putri sambil menunjukkan sayap dan mahkota yang tersembunyi di rambutnya.

Si Pahit Lidah tercengang melihat keajaiban yang ditunjukkan Puyang Putri. Dia tidak bisa menyangkal bahwa wanita di depannya adalah seorang bidadari. Dia pun merasa semakin kagum dan jatuh cinta pada Puyang Putri.

BACA JUGA:Jejak Sang Pendekar, Mendalami Kisah Legenda Ken Arok dalam Lintasan Sejarah Di Tanah Jawa!

“Kamu memang seorang bidadari. Kamu sangat cantik dan sakti. Aku sangat terpesona padamu. Bolehkah aku mengenalmu lebih dekat? Bolehkah aku menjadi temanmu?” ujar Si Pahit Lidah dengan penuh harap.

Puyang Putri tersenyum mendengar ucapan Si Pahit Lidah. Dia juga merasakan getaran aneh di hatinya. Dia pun merasa senang dan tertarik pada Si Pahit Lidah.

“Boleh, aku senang jika kamu menjadi temanku. Kamu juga sangat tampan dan gagah. Aku juga ingin mengenalmu lebih dekat. Siapakah namamu?” balas Puyang Putri dengan manis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: