13 Assassins (2010), Sajian Sinema Keren Bertema ‘Edo Period’ yang Apik dan Epik (07)

13 Assassins (2010), Sajian Sinema Keren Bertema ‘Edo Period’ yang Apik dan Epik (07)

Sajian Sinema Keren Bertema ‘Edo Period’ yang Apik dan Epik--google.com

PAGARALAMPOS.COMUlasan dan Review dari kami: ‘13 Assassins’ dieksekusi secara Elegan dan Dingin. 

Berlatar feodal Jepang di tahun 1844, kala kejayaan samurai di akhir pemerintahan Bakufu runtuh.

Film ‘13 Assassins’ ini mencoba menggambarkan bagaimana samurai bertahan kala itu. 

BACA JUGA:Peduli Gambut, Gubernur Herman Deru Komitmen Tidak Keluarkan Izin Alihfungsi Sejak Awal Menjabat

Film dibuka dengan dramatis. Baru di menit pertama, penonton sudah disuguhkan aksi seppuku. 

Hal itu dilakukan samurai sebagai bentuk pertanggungjawaban atau enggan berserah diri. 

Aksi potong perut itu dipicu satu orang, Naritsugu Matsudaira (Goro Inagaki), anggota keluarga Keshogunan.

BACA JUGA:Berikan SK Pejabat Struktural, Dr Elvera: Ciptakan Kolaborasi dan Harmonisasi

Di mata masyarakat, Naritsugu tak lebih dari seorang psikopat. 

Dia kejam, sosiopatik, hobi memperkosa, memutilasi, dan membantai rakyat yang tidak bersalah. 

Di mata Shogun, Naritsugu adalah liabilitas, momok dan bencana besar. 

BACA JUGA:Bikin Nagih Kalo Pakai 4 Ban Ini, Ternyata Ada Fungsi Menariknya!

Jika di kemudian hari ia naik jabatan di keluarga Keshogunan, maka bencana menjadi hal tak terhindarkan. 

Baru di awal, ‘13 Assassins’ sudah blak-blakan menonjolkan dirinya sebagai wahana visual yang berdarah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: