WOW! Ternyata Inilah Penyebab Pendaki Gunung Salak Sering Naik Bulu Kuduk!

WOW! Ternyata Inilah Penyebab Pendaki Gunung Salak Sering Naik Bulu Kuduk!

WOW! Ternyata Inilah Penyebab Pendaki Gunung Salak Sering Naik Bulu Kuduk!-Foto : Net-

PAGARALAMPOS.COM - Gunung Salak, sebelumnya Gunung Saptoargo, adalah kompleks vulkanik di selatan Jakarta di pulau Jawa.

Daerah pegunungan ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Bogor di Jawa Barat. Kawasan hutan ini awalnya dikelola oleh Perum Perhutani, Kesatuan Pengelolaan Hutan atau KPH Bogor.

Namun sejak tahun 2003 merupakan perpanjangan dari Taman Nasional Gunung Halimun dan dikelola sebagai Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. 

Gunung Salak memiliki banyak jurang yang terjal dan dalam karena seluruh tubuh gunungnya tertutup hutan lebat hingga ke puncaknya, sehingga garis besar gunung ini tidak mudah terlihat.

BACA JUGA:Mengungkap Kisah Dibalik Kemenangan Majapahit, Ada 5 Tokoh Pemimpin yang Mempengaruhi Kejayaan Pada Massanya

Hal ini kerap mengecewakan para pendaki dan pilot yang melintasi kawasan pegunungan ini. Destinasi wisata Gunung Salak tidak hanya menawarkan wisata alam tetapi juga wisata religi. 

Makam biasanya ada di pemakaman umum. Namun tidak sedikit jenazah seseorang yang dimakamkan di puncak gunung. 

Makam di gunung pun dianggap menjadi makam yang keramat karena tidak sembarangan seseorang boleh dimakamkan di puncak gunung. Lalu makam-makam mana saja yang ada di puncak gunung?

Berdasarkan kisah yang berkembang, Nyi Roro Kidul memiliki nama asli Putri Kadita. Yang konon anak dari Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran.

Mengutip dari sejumlah sumber laman,ada zaman dahulu, tepatnya di daerah Jawa Barat.

BACA JUGA:Gak Pkae Nyesel! Ini Jawabannya, Bagaimana Memilih Rambut Pendek yang Cocok dengan Bentuk Wajah

Terdapat sebuah Kerajaan bernama Pakuan Pajajaran. Saat ini, pusat kerajaan dimaksud ada wilayah Bogor sekarang.

Kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang raja yang sangat bijaksana dan arif yaitu Raja Prabu Siliwangi.

Di bawah kepemimpinanya Majapahit belum mampu menakkukkannya. Sehingga rakyat sangat bahagia dan menghormati sang raja karena kepemimpinannya membuat hidup para rakyat sejahtera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: