Kekuatan Militer Majapahit Ternyata Tidak Dapat Mengatasi Kerajaan Kecil Ini, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

 Kekuatan Militer Majapahit Ternyata Tidak Dapat Mengatasi Kerajaan Kecil Ini, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

PAGARALAMPOS.COM –  Majapahit konon lahir setelah runtuhnya kerajaan Singasar pada tahun 1292 Masehi. atau di abad ke-13.

Saat itu kerajaan Singasar runtuh setelah pemberontakan Raja Jayakatwang dari Gelanggelang.

Kemudian, ketika Kerajaan Singasari mengalami kesulitan, cucu Raja Singasari, Raden Wijaya, melarikan diri dan meminta bantuan Arya Wiraraja.

Dalam pelariannya, Raden Wijaya mendirikan sebuah kota kecil di hutan sekitar Trowulan, yang disebut Desa Majapahit.  

BACA JUGA:Bukan Main! Tak Tertaklukan Majapahit Ternyata Kesultanan ini yang Mampu Runtuhkan Kerajaan Padjajaran

Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan yang pernah berdiri pada abad ke-13 hingga abad ke-16. Namun, ada juga yang menuliskan berdiri pada abad ke-14 hingga abad ke-15. 

Kerajaan Majapahit terletak dan berpusat di Jawa Timur, dan dianggap sebagai salah satu kerajaan terbesar di wilayah Asia Tenggara pada masa lalu.

Dalam catatan sejarah, Majapahit hampir menguasi seluruh daerah Nusantara pada masa itu.

Pendiri Majapahit, Raden Wijaya pada tahun 1293, yang merupakan menantu dari Kertanegara, raja terakhir Singasari.

BACA JUGA:Hingga Majapahit Runtuh Abad 16, Kerjaan ini Tetap Tak Tertaklukan Oleh Majapahit

Kerajaan Majapahit tidak terlepas dari Kerajaan Singasari. Raden Wijaya merupakan menantu Kertanegara, raja Kerajaan Singasari. Pada tahun 1292 M, terjadi pemberontakan di Singasari yang dilakukan oleh Jayakatwang yang menyebabkan runtuhnya Singasari.

Pada waktu itu Raden Wijaya melarikan diri bersama Arya Wiraraja. Raden Wijaya kemudian mendiami sebuah hutan di Trowulan yang merupakan tanah sima pada masa Kerajaan Singasari. Wilayah ini kemudian dinamakan Majapahit.

Penamaan Majapahit didasarkan pada nama buah maja yang banyak ditemukan diwilayah Trowulan serta memiliki rasa yang pahit.

Wilayah Majapahit berkembang hingga mampu menarik simpati penduduk Daha dan Tumapel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: