Karya Novel Pemenang Hadiah Pulitzer untuk Fiksi Tahun 2015 (01)

Karya Novel Pemenang Hadiah Pulitzer untuk Fiksi Tahun 2015 (01)

Karya Novel Pemenang Hadiah Pulitzer untuk Fiksi Tahun 2015--google.com

PAGARALAMPOS.COM - Sebuah novel perang fiksi-sejarah yang ditulis oleh penulis asal Amerika, Anthony Doerr. Memiliki latar waktu pada Perang Dunia II. 

Kisah ini berpusat pada dua karakter, Marie-Laure Leblanc, seorang gadis Prancis buta yang berlindung di rumah pamannya di Saint-Malo setelah Paris diserbu oleh Nazi Jerman, dan Werner Pfennig, seorang anak Jerman cerdas yang diterima di sekolah militer karena keahliannya dalam teknologi radio sebelum dikirim ke militer. 

BACA JUGA:Asal Mula Suku Kisam, Budaya dan Agamanya

Novel ini ditulis menggunakan gaya puitis dan beralih, antara cerita Marie-Laure dan cerita Werner hampir di setiap bab. 

Kedua ceritanya itu paralel satu sama lain. 

Narasi ini dituliskan dengan alur maju mundur, mengisahkan antara Pertempuran Saint-Malo dan peristiwa yang mengarah ke sana. 

Cerita ini memiliki tema moralitas yang mengangkat bahaya perang dan sifat pengorbanan. 

BACA JUGA:Wajib Diketahui! Ini Sejarah Hingga Kebudayaan Suku Batak

Inspirasi pertama Anthony Doerr berasal dari perjalanan kereta tahun 2004, ketika ia menyaksikan seorang pria marah akibat panggilan teleponnya terputus. 

Anthony Doerr merasa bahwa pria itu tidak menghargai ‘keajaiban’ karena bisa berkomunikasi jarak jauh. 

Dia kemudian memutuskan untuk membuat novel yang latar waktunya pada Perang Dunia II, dengan fokus pada Pertempuran Saint-Malo. 

Latar ini dipilih setelah ia melakukan perjalanan ke Saint-Malo pada tahun 2005. 

BACA JUGA:Mengenal Sejarah dan Budaya Candi Arjuna, Ada Mitosnya Juga Loh!

Novel All the Light We Cannot See diterbitkan oleh Scribner pada tanggal 6 Mei 2014, dengan cetakan sebanyak 60.000 eksemplar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: