Kubis Ungu Mulai Dilirik Petani, Ada Apa?

Kubis Ungu Mulai Dilirik Petani, Ada Apa?

Kubis Ungu Mulai Dilirik Petani, Ada Apa?--

BACA JUGA:Presiden Jokowi Hampiri Petani yang Sedang Panen, Cek Langsung Harga Gabah

Kubis atau kol berwarna hijau atau putih sudah bukan komuditi baru bagi petani Pagaralam, tapi jika kol atau kobis berwarna ungu sudah pasti masih jadi sesuatu yang baru. Namun saat ini kubis ungu ini mulai dilirik oleh beberapa petani sayur di Pagaralam. Salah satu yang tengah mencoba membudidayakan kol atau kobis ungu ini adalah Niwayan Yuli, ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Beguyur dari Dusun Candi Jaya Kecamatan Dempo Tengah.

Kol atau kubis ungu adalah  salah satu  jenis sayuran yang belum banyak ditanam oleh petani Pagaralam, dari rasa penasaran coba ditanam dan kita budidayakan khususnya oleh kelompok tani wanita di Candi Jaya, ternyata dalam waktu 100 hari masa tanam salah satu sayuran yang kaya akan nutrisi dan banyak manfaat serta dengan warna cerah yang tampak sangat cantik perpaduan warna ungu putih sungguh mengugah selera makan, ujar Niwayan Yuli ketika disambangi Pagaralam Pos.

“Dilihat  dari keunggulannya, kol unik ini memiliki beberapa manfaat yang sangat baik bagi kesehatan, seperti mencegah sariawan, dapat menonaktifkan zat beracun dalam tubuh manusia, sebagai antioksidan dan membantu menurunkan risiko penyakit jantung serta diabetes dan banyak lagi,” jelasnya.

Soal perawatan lanjutnya, kol ungu ini hampir sama dengan kol atau kobis biasa hanya untuk harga bibit kan memang lebih mahal dan karena kuotanya juga masih sangat terbatas harga jua;l lol ungu memang lebig mahal bisa mencapai 35.000/kg nya.

BACA JUGA:Mentan SYL : Petani Muda Bisa Bergerak di Produksi dan Pengolahan

“Meski harga jauh lebih mahal dari kol biasanya, namun jika dilihat dari manfaatnya yang lebih banyak daripada kobis biasa, tidak menutup kemungkinan akan membudidayakan dan m,enjadikan kol ungu sebagai primadona baru komuditi sayuran yang akan ditanam oleh kelompok tani binaannya,” bebernya.

Untuk saat ini sambungnya, kol ungu memang masih bisa dibeli untuk  dikonsumsi secara terbatas tapi kita cukup antusias untuk menjadikan kol ungu jadi primadona sayuran yang akan dibudidayakan dengan skala besar. “Semoga saja peminatnya di Kota Pagaralam semakin banyak dan kol ungu bisa jadi pilihan lain keberagaman petani sayur,” pungkasnya.

Kubis atau kol berwarna hijau atau putih sudah bukan komuditi baru bagi petani Pagaralam, tapi jika kol atau kobis berwarna ungu sudah pasti masih jadi sesuatu yang baru. Namun saat ini kubis ungu ini mulai dilirik oleh beberapa petani sayur di Pagaralam. Salah satu yang tengah mencoba membudidayakan kol atau kobis ungu ini adalah Niwayan Yuli, ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Beguyur dari Dusun Candi Jaya Kecamatan Dempo Tengah.

Kol atau kubis ungu adalah  salah satu  jenis sayuran yang belum banyak ditanam oleh petani Pagaralam, dari rasa penasaran coba ditanam dan kita budidayakan khususnya oleh kelompok tani wanita di Candi Jaya, ternyata dalam waktu 100 hari masa tanam salah satu sayuran yang kaya akan nutrisi dan banyak manfaat serta dengan warna cerah yang tampak sangat cantik perpaduan warna ungu putih sungguh mengugah selera makan, ujar Niwayan Yuli ketika disambangi Pagaralam Pos.

BACA JUGA:1.509 Petani Lakukan Sejuta Sambung Pucuk Batang Kopi

“Dilihat  dari keunggulannya, kol unik ini memiliki beberapa manfaat yang sangat baik bagi kesehatan, seperti mencegah sariawan, dapat menonaktifkan zat beracun dalam tubuh manusia, sebagai antioksidan dan membantu menurunkan risiko penyakit jantung serta diabetes dan banyak lagi,” jelasnya.

Soal perawatan lanjutnya, kol ungu ini hampir sama dengan kol atau kobis biasa hanya untuk harga bibit kan memang lebih mahal dan karena kuotanya juga masih sangat terbatas harga jua;l lol ungu memang lebig mahal bisa mencapai 35.000/kg nya.

“Meski harga jauh lebih mahal dari kol biasanya, namun jika dilihat dari manfaatnya yang lebih banyak daripada kobis biasa, tidak menutup kemungkinan akan membudidayakan dan m,enjadikan kol ungu sebagai primadona baru komuditi sayuran yang akan ditanam oleh kelompok tani binaannya,” bebernya.

Untuk saat ini sambungnya, kol ungu memang masih bisa dibeli untuk  dikonsumsi secara terbatas tapi kita cukup antusias untuk menjadikan kol ungu jadi primadona sayuran yang akan dibudidayakan dengan skala besar. “Semoga saja peminatnya di Kota Pagaralam semakin banyak dan kol ungu bisa jadi pilihan lain keberagaman petani sayur,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: