Polemik Penutupan Wisata di Gunung Dempo, Pemkot Siap Fasilitasi Pelaku Usaha Pariwisata dan PTPN 7
PAGARALAMPOS.COM - Penutupan akses menuju lokasi wisata Bukit Tungguan serta sejumlah titik wisata di kawasan perkebunan teh oleh Manajemen PTPN I Regional VII Unit Usaha Gunung Dempo mendapat respons dari Pemerintah Kota Pagar Alam.
​Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah menegaskan bahwa meskipun pihaknya menghormati kewenangan manajemen PTPN, namun aspek kepentingan masyarakat dan sektor pariwisata yang merupakan urat nadi ekonomi daerah harus tetap menjadi prioritas.
Kepada awak media pada Sabtu malam (2/5/2026), Wali Kota menegaskan Pemerintah Kota Pagar Alam tidak pernah memberikan izin terkait usaha tersebut serta tidak pernah melakukan penutupan lokasi wisata tersebut.
Penutupan lokasi wisata tersebut murni dilakukan oleh manajemen PTPN I Regional VII Unit Usaha Gunung Dempo.
BACA JUGA:Kunjungan Wisatawan Ramai, Polrea Pagar Alam Siagakan Personel di Kawasan Wisata Gunung Dempo
Pemerintah Kota Pagar Alam melalui Dinas terkait akan segera memfasilitasi atau menjembatani antara pelaku usaha pariwisata dengan pihak Manajemen PTPN I Regional VII Unit Usaha Gunung Dempo, dengan tujuan mencari solusi jalan tengah, agar pariwisata di Kawasan Wisata Gunung Dempo tetap berjalan.

Foto : Wisata Bukit Tungguan di kawasan Kebun Teh Gunung Dempo,--Ist
"Kepada para wisatawan dan pelaku industri pariwisata untuk tetap tenang. Pemerintah Kota tetap berkomitmen menjadikan Pagar Alam sebagai destinasi wisata utama di Sumatera Selatan," ucap dia.
Kepada Wisatawan, Walikota mempersilahkan untuk mengunjungi dan menikmati objek-objek wisata yang ada di Kota Pagar Alam.
Pemerintah Kota Pagar Alam akan terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak PTPN I Regional VII Unit Usaha Gunung Dempo, agar tercipta sinergi yang saling menguntungkan.
Sementara itu, Ketua Desa Wisata Gunung Dempo Wawan Alamsyah dalam press relesnya membenarkan jika saat ini destinasi wisata yang ada di kawasan Gunung Dempo yang menggunakan lahan milik PTPN 7 ditutup sementara.
BACA JUGA:Tampil Sebagai Pionir CBT dan Wellness Tourism : Desa Wisata Gunung Dempo Raih 4 Penghargaan
BACA JUGA:Desa Wisata Gunung Dempo Pertahankan Dominasi pada APDW Sumsel
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
