Tren Fashion Ramah Lingkungan: Daur Ulang Jadi Gaya Hidup Baru di Kalangan Generasi Muda
Tren Fashion Ramah Lingkungan-net-kolase
PAGARALAMPOS.COM - Tren fashion kini mengalami perubahan signifikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Salah satu perubahan yang paling menonjol adalah munculnya gaya hidup fashion ramah lingkungan dengan fokus pada daur ulang pakaian dan material sebagai solusi menghadapi krisis limbah tekstil yang kian mengkhawatirkan.
Menurut data dari Global Fashion Agenda (2025), industri fashion menyumbang sekitar 10 persen dari emisi karbon global dan menghasilkan jutaan ton limbah setiap tahunnya.
BACA JUGA:Laptop Ramah Lingkungan, Daur Ulang dan Keandalan MIL-STD 810H di ThinkPad X1 Nano Gen 3
Fenomena ini mendorong munculnya gerakan slow fashion dan penggunaan kembali bahan pakai lama yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga kreatif dan ekonomis.
“Daur ulang bukan sekadar tren, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup baru, terutama di kalangan generasi muda yang sangat peduli dengan isu keberlanjutan,” ujar Mira Lestari, desainer muda dan aktivis lingkungan.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyambut baik perkembangan ini dan mendorong masyarakat serta pelaku industri untuk mengadopsi praktik ramah lingkungan, termasuk penggunaan bahan daur ulang dan pengurangan limbah tekstil.
Program edukasi dan kampanye terkait fashion berkelanjutan juga semakin gencar digelar di berbagai daerah.
Di berbagai kota besar, butik dan toko pakaian mulai menawarkan koleksi yang menggunakan bahan daur ulang, mulai dari kain perca, limbah tekstil, hingga bahan organik yang diolah ulang.
Selain itu, muncul pula komunitas dan workshop yang mengajarkan teknik upcycling dan desain ulang pakaian lama agar tetap modis dan bernilai jual.
“Selain menjaga lingkungan, fashion daur ulang juga membuka peluang ekonomi baru dan menginspirasi kreativitas tanpa batas,” kata dr. Ahmad Faisal, pakar ekonomi kreatif dari Universitas Indonesia.
BACA JUGA:Waw, Bank Mandiri, Luncurkan Kartu Debit dan E-money Daur Ulang Pertama di Indonesai.
Generasi muda yang mengadopsi gaya hidup ini juga mengurangi budaya konsumtif dan lebih memilih kualitas serta nilai cerita di balik setiap produk yang mereka kenakan. Influencer dan selebritas pun mulai aktif mempromosikan fashion berkelanjutan, memperluas jangkauan kesadaran masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
