Luarnya Renyah, Dalamnya Kenyal Lumer: Butter Tteok, Camilan Korea yang Kini Jadi Idola Anak Muda Indonesia
Kenyal Lumer: Butter Tteok, Camilan Korea -net-kolase
PAGARALAMPOS.COM - Belakangan ini, dunia kuliner Indonesia kembali diramaikan dengan hadirnya camilan kekinian asal Korea Selatan yang cepat meroket popularitasnya: Butter Tteok.
Hidangan ini bukan sekadar variasi biasa dari kue beras tradisional, melainkan inovasi modern yang memadukan tekstur khas tteok dengan kelembutan dan aroma mentega yang menggoda selera.
Sejak awal tahun 2026, nama butter tteok mulai menghiasi linimasa media sosial seperti TikTok, Instagram, hingga YouTube, di mana jutaan konten membagikan tampilan, rasa, hingga cara membuatnya sendiri di rumah.
Asal usul butter tteok sebenarnya berasal dari variasi kue ketan tradisional Tiongkok bernama huángyóu niángāo, yang kemudian dikembangkan dan dipopulerkan ulang di Korea Selatan dengan nama butter tteok.
Di tangan para koki modern, kue beras kenyal ini dimasak dengan cara dipanggang atau digoreng sebentar hingga permukaannya sedikit renyah keemasan, sementara bagian dalam tetap lembut dan kenyal.
Sentuhan mentega berkualitas tinggi memberikan rasa gurih yang kaya, berpadu sempurna dengan sedikit manis alami dari tepung ketan.
BACA JUGA:Brownies Kukus Cokelat Tiga Lapisan: Lembut, Lumer, dan Kaya Kolagen untuk Dukung Kesehatan Tubuh
Di Indonesia, tren ini langsung disambut antusias oleh anak muda. Banyak kedai roti, kafe, hingga jaringan kuliner internasional seperti Paris Baguette yang segera meluncurkan varian butter tteok dengan berbagai rasa menarik: original Wijsman, cokelat hazelnut, teh hijau cokelat putih, hingga keju ganda yang lumer saat dibelah.
Daya tarik utamanya terletak pada sensasi tekstur yang kontras: luar renyah, dalam kenyal, ditambah lelehan mentega yang melekat di mulut saat masih hangat.
BACA JUGA:Brownies Crispy Renyah dengan Lapisan Mengkilap: Rahasia Tekstur dan Cara Mudah Membuatnya di Rumah
Selain enak, alasan lain mengapa butter tteok cepat diterima adalah kemiripannya dengan jajanan tradisional Indonesia seperti cenil, klepon, atau mochi yang juga berbasis tepung ketan.
Hal ini membuat lidah masyarakat Indonesia terasa akrab, namun tetap memberikan pengalaman rasa yang baru dan kekinian. Tidak hanya dibeli, banyak juga anak muda yang mencoba membuatnya sendiri di rumah karena bahannya mudah didapat dan cara pembuatannya tidak rumit.
Tak heran jika camilan ini kini menjadi pilihan favorit untuk teman ngopi, camilan sore, hingga ide usaha rumahan yang menjanjikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

