Terima Audiensi Kadin Sumsel dan Importir, Walikota : Dongkrak Harga Kopi dan NTP Petani
Foto : Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah saat menerima kunjungan Kadin Sumsel di Rumdin Walikota.--ist
PAGARALAMPOS.COM – Dalam rangka mendukung peningkatan harga komoditas kopi sekaligus meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP), Walikota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, menerima kunjungan audiensi dari pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Selatan yang dipimpin Edwin Aljoefri, bersama rombongan serta seorang importir kopi asal Australia, Mr. Adin Armin.
Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Pagar Alam, Selasa (23/12), dan membahas sejumlah langkah strategis untuk memperkuat sektor perkebunan kopi di Kota Pagar Alam.
Salah satu fokus utama pembahasan dalam audiensi ini adalah rencana pengaktifan kembali Sistem Resi Gudang (SRG) yang sebelumnya pernah beroperasi di Kota Pagar Alam.
Reaktivasi SRG dinilai penting sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas Nilai Tukar Petani (NTP), meningkatkan harga jual kopi, serta mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
BACA JUGA:Kopi Liberika Sumsel Tembus Pasar Malaysia, Bukti Kualitas Produk Lokal Diakui Dunia
BACA JUGA:Perkuat Sinergi dengan Badan Karantina RI, Sumsel Dorong Penguatan Ekspor Daerah
Melalui Sistem Resi Gudang, petani kopi diharapkan dapat memperoleh akses pembiayaan yang lebih baik, memiliki posisi tawar yang lebih kuat, serta mampu menahan penjualan hasil panen saat harga belum stabil. Program ini juga direncanakan akan didukung oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Komoditas Kopi Kadin Sumatera Selatan.
Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah menyambut baik sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kota Pagar Alam dan Kadin Sumsel, serta keterlibatan importir kopi dari mancanegara. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, khususnya di sektor perkebunan kopi.
Kopi Pagar Alam sendiri dikenal sebagai salah satu signature coffee dengan keunggulan cita rasa yang telah diakui di tingkat internasional. Potensi besar ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal guna mendukung peningkatan kesejahteraan petani kopi dan pemerataan pembangunan ekonomi di Sumatera Selatan, khususnya di Kota Pagar Alam.
Dengan terjalinnya kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, Kadin, dan pelaku usaha, diharapkan sektor kopi Pagar Alam semakin berkembang dan mampu menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
