Pengajuan proposal dilakukan melalui aplikasi terpusat dengan penilaian reviewer internal dan eksternal. Dalam bidang pengabdian, Unimed berbagi pengalaman mengenai program unggulan, pusat unggulan, dan desa binaan, termasuk pemanfaatan teknologi tepat guna seperti panel surya untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
Pembahasan juga mencakup pengelolaan kekayaan intelektual melalui sistem digital SIMAGIN serta upaya komersialisasi paten melalui lisensi dan royalti. Selain itu, kedua perguruan tinggi menjajaki kolaborasi pengabdian unggulan, penelitian melalui skema pendanaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP).
BACA JUGA:LPPM Unhan RI Gelar Bimtek Pengelolaan Jurnal Ilmiah, Perkuat Kualitas Publikasi Akademik
MEMBANGUN SINERGI PERGURUAN TINGGI YANG BERDAMPAK
Sekretaris LPPM Unhan RI, Dr. Sri Murtiana, S.Sos., M.M., CIT., menyampaikan bahwa benchmarking ke USU dan Unimed merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan LPPM melalui pertukaran pengalaman, pengetahuan, serta praktik baik dalam pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, kedua perguruan tinggi memiliki pengalaman dan keunggulan yang dapat menjadi referensi bagi Unhan RI dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.
“Melalui kegiatan benchmarking ini, kami berharap dapat memperoleh berbagai masukan dan praktik baik yang dapat diadaptasi sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, serta visi Universitas Pertahanan RI. Hal yang paling penting adalah bagaimana hasil kunjungan ini tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi program kerja sama yang konkret, terukur, dan berkelanjutan,” ungkap Dr. Sri Murtiana.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penguatan kolaborasi ant perguruan tinggi perlu diarahkan pada peningkatan kualitas dan produktivitas penelitian dosen, pengembangan publikasi ilmiah bereputasi, peningkatan perolehan kekayaan intelektual, serta optimalisasi hasil penelitian agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berharap penjajakan kerja sama dengan USU dan Unimed membuka peluang penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat lintas perguruan tinggi, pertukaran keahlian, serta pengembangan program akademik yang saling mendukung.
“Ke depan, LPPM Unhan RI akan mendorong agar hasil benchmarking ini ditindaklanjuti melalui koordinasi antar lembaga, penyusunan program prioritas, serta pengembangan dokumen kerja sama. Dengan demikian, sinergi antara Unhan RI, USU, dan Unimed dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kemajuan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
BACA JUGA:Kapus Bela Negara LPPM UNHAN Bekali Peserta Sespi Bank Indonesia Wasbang dan Nilai Bela Negara
Sementara itu, Kolonel Inf. Dr. Haryo Mustoko, S.Sos., M.M., CIT., Kepala Pusat Program Bela Negara dan Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Unhan RI, menegaskan pentingnya mendorong hasil penelitian agar tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dihilirisasi menjadi pengetahuan, teknologi, inovasi, dan solusi bagi masyarakat.
Proses tersebut perlu dilakukan secara terencana, mulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat, penerapan hasil riset, pendampingan, hingga evaluasi dampak.
Dalam konteks Unhan RI, hilirisasi penelitian melalui pengabdian kepada masyarakat juga diarahkan untuk memperkuat wawasan kebangsaan, nilai-nilai bela negara, ketahanan masyarakat, dan kapasitas sumber daya nasional dalam mendukung pertahanan negara.
Berbagai praktik baik yang diperoleh dari USU dan Unimed akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan tata kelola LPPM, sekaligus dasar penyusunan program kolaborasi ke depan.
Melalui kegiatan ini, Unhan RI menegaskan komitmennya untuk memperluas jejaring kemitraan, meningkatkan kualitas Tridarma Perguruan Tinggi, dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Sinergi dengan USU dan Unimed diharapkan menghasilkan penelitian yang unggul secara akademis sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.