Karhutla Sumsel Masih ada Tembus 1.111 Titik, OKI Tertinggi

Senin 19-10-2026,22:01 WIB
Reporter : Gusti
Editor : Gusti

PAGARALAMPOS.COM – Titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan kembali melonjak hingga menembus 1.111 titik dalam sehari. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi wilayah dengan temuan terbanyak, seiring meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan berdasarkan data Sipongi, jumlah hotspot pada Minggu (18/10/2026) mencapai 1.111 titik. Angka tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 794 titik.

“Hotspot kemarin terpantau 1.111 titik, melonjak dari hari sebelumnya 794 titik. Hotspot terbanyak terdeteksi di lahan gambut sebanyak 567 titik dan mineral 544 titik,” ujarnya, Senin (19/10/2026).

OKI menjadi daerah dengan jumlah hotspot harian tertinggi, yakni 386 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 276 titik terdeteksi di lahan gambut dan 110 titik di lahan mineral.

Temuan hotspot cukup tinggi juga terjadi di Banyuasin dengan 257 titik, terdiri dari 172 titik di lahan gambut dan 85 titik di lahan mineral. Selanjutnya Musi Banyuasin (Muba) sebanyak 161 titik, Muara Enim 61 titik, dan OKU Timur 51 titik.

BACA JUGA:Herman Deru Cek Logistik Karhutla, Stok Masker hingga Mobil Tangki Diperiksa

BACA JUGA:Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 1,5 Ton Dry Ice Disiapkan untuk Operasi Perdana

BACA JUGA:Jarak Pandang Tembus 6 Kilometer, Herman Deru dan Kepala BNPB Lanjutkan Teknologi Dry Ice

Lonjakan tersebut menambah panjang daftar hotspot yang terpantau sepanjang Oktober. Dalam periode 1-18 Oktober 2026, jumlah hotspot di Sumsel mencapai 35.330 titik. OKI kembali mendominasi dengan 21.496 titik, disusul Muba 5.579 titik, Banyuasin 3.992 titik, dan Muara Enim 1.570 titik.

Secara kumulatif, jumlah hotspot di Sumsel sejak Januari hingga 18 Oktober 2026 tercatat mencapai 84.437 titik. OKI menjadi wilayah dengan temuan tertinggi sebanyak 38.442 titik, diikuti Muba 13.503 titik, Banyuasin 11.380 titik, serta Muara Enim 6.895 titik.

Di sisi lain, BPBD Sumsel mencatat luas lahan yang terbakar akibat karhutla mencapai 355,92 hektare dari 56 kejadian. Upaya pemadaman melalui satgas darat telah menangani lahan seluas 234,67 hektare, sedangkan pemadaman menggunakan helikopter water bombing menjangkau 27 hektare.

Dengan demikian, masih terdapat 94,25 hektare lahan yang belum padam. BPBD bersama unsur terkait akan melanjutkan upaya pemadaman untuk menangani sisa kebakaran tersebut.

“Sisa lahan yang belum padam seluas 94,25 hektare dan akan ditangani bersama pada hari ini,” jelas Sudirman.

Kategori :