Mengungkap Sejarah Masjid Agung Demak, Warisan Wali Songo yang Penuh Makna

Minggu 11-10-2026,10:24 WIB
Reporter : Lia
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM - Masjid Agung Demak merupakan salah satu bangunan bersejarah yang memiliki peran penting dalam perkembangan Islam di Pulau Jawa.

Berlokasi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, masjid ini dikenal sebagai peninggalan Kesultanan Demak sekaligus simbol penyebaran agama Islam pada masa lampau.

Berdiri pada Masa Kesultanan Demak

Sejarah Masjid Agung Demak berkaitan erat dengan Raden Patah, pendiri sekaligus sultan pertama Kesultanan Demak.

BACA JUGA:Candi Gedong Songo di Lereng Ungaran: Sejarah, Fungsi, dan Keunikan Kompleks Candi

Masjid ini secara tradisional diyakini didirikan pada abad ke-15, sekitar tahun 1479, ketika Demak berkembang menjadi salah satu pusat pemerintahan dan penyebaran Islam di Jawa.

Masjid Agung Demak juga memiliki hubungan erat dengan Wali Songo, sembilan tokoh yang dikenal berperan besar dalam penyebaran Islam di Nusantara.

Menurut tradisi setempat, para wali turut berperan dalam pembangunan masjid yang kemudian menjadi tempat ibadah, dakwah, dan kegiatan keagamaan masyarakat.

Arsitektur Tradisional yang Sarat Makna

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Museum Lubang Buaya, Lokasi, Koleksi, dan Harga Tiket Masuk

Keunikan Masjid Agung Demak terlihat dari bentuk bangunannya yang mengusung arsitektur tradisional Jawa. Atapnya berbentuk tajuk bertingkat tiga yang kerap dimaknai sebagai simbol tahapan dalam kehidupan spiritual umat Islam.

Bagian dalam masjid ditopang oleh empat saka guru atau tiang utama yang menjadi elemen penting bangunan.

Salah satu tiang yang terkenal adalah Saka Tatal, yang menurut cerita tradisional dibuat dari potongan-potongan kayu.

Peninggalan Sejarah yang Terus Dijaga

BACA JUGA:Samsung Galaxy Watch Ultra 2: Baterai 800 mAh Awet 60 Jam dan Chipset Snapdragon Wear Elite Kencang!

Hingga kini, Masjid Agung Demak tetap menjadi tempat ibadah sekaligus tujuan wisata religi bagi masyarakat dari berbagai daerah.

Kategori :