Pelaksana Tugas Bupati Muara Enim Sumarni menyatakan dukungannya terhadap percepatan pembangunan tersebut. Menurutnya, keberadaan fly over dibutuhkan untuk mengurangi kemacetan yang selama ini menghambat aktivitas warga.
“Kami sangat senang luar biasa. Ini akan berdampak besar bagi daerah kami dan masyarakat Muara Enim,” ujarnya.
Sumarni menjelaskan, pembangunan sejumlah fly over melibatkan berbagai pihak. JPL 111 Ujan Mas melibatkan PT Kereta Api Indonesia, JPL 99 Belimbing-Pendopo melibatkan PT Bukit Asam, sedangkan JPL 104 Gunung Megang melibatkan Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan Pemerintah Provinsi Sumsel.
Pemprov Sumsel berharap percepatan pembangunan lima fly over tersebut dapat memperbaiki konektivitas transportasi, mengurangi hambatan di perlintasan kereta api, serta mendukung kelancaran distribusi batu bara dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Rapat itu turut dihadiri Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Boby Rasyidin, Direktur Utama PT Semen Baturaja Suherman Yahya, Direktur Komersial dan Rantai Pasok PT Bukit Asam Rifqi Hari Muji, Kepala Perwakilan BPKP Sumsel Farid Firman, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumsel Panji Krisna, Kepala Kantor Wilayah BPN Sumsel Rahmat, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.