Kasus ISPA Mendominasi di Masyarakat, Bukan Dipicu Kabut Asap

Senin 05-10-2026,18:43 WIB
Reporter : Gusti
Editor : Gusti

PAGARALAMPOS.COM – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Pagar Alam menunjukkan tren peningkatan sepanjang September 2026. Pada pekan keempat, jumlah kasus yang tercatat di tujuh UPTD Puskesmas mencapai 196 kasus, meningkat dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.

Meski kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) belakangan menjadi perhatian masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pagar Alam menyebut kasus ISPA yang dilaporkan sejauh ini sebagian besar disebabkan oleh virus, seperti influenza, serta perubahan kondisi cuaca.

Kepala Dinkes Kota Pagar Alam, Ali Akbar Fitriansyah, menuturkan berdasarkan laporan petugas puskesmas, kasus ISPA yang terjadi tidak berkaitan dengan kabut asap Karhutla.

“Dari laporan petugas di tujuh UPTD Puskesmas di Kota Pagar Alam, untuk kasus ISPA sebagian besar disebabkan oleh virus seperti influenza, bukan gara-gara asap, tapi murni ISPA,” ujar Ali Akbar Fitriansyah.

BACA JUGA:Petisi Kabut Asap Mencuat, Gubernur Pastikan Pengobatan ISPA Gratis

BACA JUGA:Terekam 331 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Pagar Alam Ternyata Terendah

Berdasarkan laporan mingguan dari tujuh UPTD Puskesmas, pada pekan pertama September 2026 tercatat sebanyak 93 kasus ISPA. Rinciannya, Puskesmas Bandar 21 kasus, Bumi Agung 16 kasus, Gunung Dempo 2 kasus, Pengandonan 3 kasus, Pengaringan 12 kasus, Sandar Angin 6 kasus, dan Sidorejo 33 kasus.

Jumlah tersebut meningkat pada pekan kedua menjadi 142 kasus. Puskesmas Bandar mencatat 39 kasus, Bumi Agung 7 kasus, Gunung Dempo 5 kasus, Pengandonan 4 kasus, Pengaringan 6 kasus, Sandar Angin 18 kasus, dan Sidorejo 63 kasus.

Memasuki pekan ketiga, jumlah kasus sedikit menurun menjadi 131 kasus. Puskesmas Bandar melaporkan 29 kasus, Bumi Agung 29 kasus, Gunung Dempo 2 kasus, Pengandonan 3 kasus, Pengaringan 12 kasus, Sandar Angin 17 kasus, dan Sidorejo 39 kasus.

BACA JUGA:Sumsel DIkepung Kabut Asap Karhutla, Herman Deru Ajak Warga Gelar Sholat Istisqa

BACA JUGA:Kabut Asap Karhutla Mulai Ganggu Udara, Disdik Sumsel Siapkan Opsi Pengurangan Jam Belajar

Namun, pada pekan keempat, kasus kembali meningkat cukup tajam hingga mencapai 196 kasus. Puskesmas Bandar mencatat 39 kasus, Bumi Agung 12 kasus, Gunung Dempo 3 kasus, Pengandonan 3 kasus, Pengaringan 17 kasus, Sandar Angin 37 kasus, dan Sidorejo menjadi penyumbang terbanyak dengan 85 kasus.

Data tersebut menunjukkan jumlah kasus ISPA mingguan meningkat dari 93 kasus pada pekan pertama menjadi 196 kasus pada pekan keempat September. Meski penyebab yang dilaporkan Dinkes didominasi virus dan perubahan cuaca, kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan tetap diperlukan, terlebih di tengah kondisi udara yang turut menjadi perhatian akibat Karhutla.

Masyarakat diimbau menjaga kesehatan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengganggu, seperti batuk berkepanjangan, demam, atau sesak napas.

Kategori :