Kanker serviks termasuk penyakit yang dapat dicegah melalui sejumlah langkah.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:
Mendapatkan vaksin HPV.
Vaksinasi pada usia 9–14 tahun merupakan salah satu cara efektif untuk mencegah infeksi HPV serta menurunkan risiko kanker serviks dan beberapa kanker lain yang berkaitan dengan HPV.
Melakukan skrining secara berkala.
Pemeriksaan untuk mendeteksi perubahan pada leher rahim dapat membantu menemukan kondisi prakanker sebelum berkembang menjadi kanker.
Pada perempuan yang hidup dengan HIV, skrining dapat dimulai pada usia yang lebih muda sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Segera memeriksakan gejala yang mencurigakan.
Jika muncul perdarahan yang tidak normal atau keluhan lain yang menetap, pemeriksaan medis sebaiknya tidak ditunda.
Deteksi dan penanganan pada tahap awal dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
BACA JUGA:3 Rekomendasi Sabun Beras untuk Membantu Mencerahkan dan Menghaluskan Kulit
Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri?
Jangan menunggu sampai gejala menjadi berat untuk mencari pertolongan medis.
Perdarahan vagina yang tidak biasa, perubahan keputihan, atau nyeri yang terus berulang sebaiknya diperiksakan, terutama jika keluhan tidak kunjung membaik.
Mengalami gejala tersebut tidak otomatis berarti seseorang terkena kanker serviks.
Namun, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.