Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla OKU Selatan

Senin 21-09-2026,18:08 WIB
Reporter : Gusti
Editor : Gusti

PAGARALAMPOS.COM – Ancaman kekeringan yang masih berpotensi berlangsung hingga beberapa pekan ke depan membuat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk di Kabupaten OKU Selatan.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, perhatian terhadap kesiapsiagaan karhutla perlu ditingkatkan karena kondisi cuaca masih berpotensi kering. Berdasarkan perkiraan BMKG yang diterimanya, hujan alami diperkirakan baru kembali turun pada awal November

“Kenapa Gubernur begitu konsen sampai harus ke OKU Selatan ini, karena kita ini El Nino. Menurut BMKG diperkirakan baru bisa mendapatkan hujan alami itu awal November. Berarti ada sekitar 45 hari lagi tidak hujan,” kata Herman Deru.

Meski demikian, Herman Deru berharap hujan turun lebih cepat dari perkiraan tersebut sehingga kondisi Sumsel tetap aman dan potensi karhutla dapat ditekan. “Namun, mudah-mudahan itu tidak benar, semoga lebih cepat datang hujannya,” ujarnya.

BACA JUGA:Bhabinkamtibmas Beringin Jaya Sambangi Kantor Lurah dan Warga, Sampaikan Imbauan Karhutla

BACA JUGA:Kemarau Ancam Kekeringan di Pagar Alam, BPBD Ingatkan Bahaya Karhutla

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemprov Sumsel bersama Satgas Karhutla terus menjalankan berbagai langkah, salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Herman Deru menyebut OMC telah dilakukan sebanyak 58 kali untuk memancing pertumbuhan awan hujan di wilayah yang membutuhkan.

Menurutnya, OMC tidak hanya dilakukan pada siang hari. Ketika terdapat informasi mengenai bibit awan yang berpotensi menghasilkan hujan, operasi dapat dilakukan hingga malam atau tengah malam.

“OMC sudah 58 kali kita lakukan. BNPB, saya sebagai gubernur menginstruksikan Satgas untuk melakukan OMC, baik itu tengah malam sudah kita lakukan. Begitu ada informasi bibit hujan, tengah malam pun kita lakukan,” jelasnya.

Herman Deru menyebut pelaksanaan OMC juga memiliki risiko bagi pilot dan kru pesawat. Namun, langkah tersebut tetap dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadapi kekeringan sekaligus menekan potensi meluasnya karhutla.

BACA JUGA:Perkuat Pencegahan Karhutla, Pemkot Pagar Alam Gandeng Mabes TNI

BACA JUGA:Karhutla di Pagar Alam Kian Meluas, 7 Hektar Lahan Hangus Dilalap Si Jago Merah

“Ini mempertaruhkan nyawa pilot dan kru untuk menebar garam sebagai pemancing awan berbibit hujan. Ini adalah bagian dari ikhtiar kita,” katanya.

Selain ancaman karhutla, kondisi kering juga berdampak terhadap ketersediaan air. Herman Deru mengatakan sejumlah sungai di Sumsel mulai mengalami penurunan debit sehingga pemerintah daerah perlu menyiapkan langkah antisipasi, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia meminta pengelola PDAM turut memastikan sistem pengambilan air atau intake tetap dapat berfungsi apabila debit sungai terus menurun. “Saya lihat sungai-sungai kita banyak sekali debitnya turun. Kalau PDAM, itu harus kita carikan solusi bagaimana intake-nya agar tetap produktif. Masyarakat yang hidupnya menggantungkan pada air sungai harus kita perhatikan,” ujarnya.

Kategori :