Madu Angkak untuk DBD: Benarkah Bermanfaat bagi Kesehatan?

Senin 24-08-2026,15:50 WIB
Reporter : Deka
Editor : Almi

Komposisi dapat berbeda antara satu produk dan produk lain, sehingga konsumen sebaiknya membaca label dengan teliti.

Khusus produk yang mengandung angkak, perhatian tambahan diperlukan karena senyawa monacolin pada angkak dapat memiliki efek farmakologis dan berpotensi berinteraksi dengan obat tertentu.

BACA JUGA:8 Lalapan Sehat yang Kaya Manfaat untuk Tubuh

Perawatan Pendukung Saat Mengalami DBD

Perawatan DBD tidak cukup hanya dengan memberikan makanan atau suplemen.

Pasien perlu memperoleh pemantauan sesuai kondisi klinisnya.

Beberapa hal yang umumnya menjadi perhatian selama perawatan antara lain:

  • Memastikan asupan cairan sesuai kebutuhan dan kondisi pasien.
  • Beristirahat dengan cukup.
  • Memantau suhu tubuh dan perubahan gejala.
  • Mengikuti pemeriksaan darah sesuai anjuran dokter.
  • Mengonsumsi obat penurun demam yang direkomendasikan tenaga kesehatan.
  • Menghindari obat seperti aspirin atau ibuprofen tanpa arahan dokter karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Tidak semua pasien DBD membutuhkan infus atau rawat inap, tetapi pasien dengan kondisi berat memerlukan penanganan di fasilitas kesehatan.

BACA JUGA:Daun Sirih Cina untuk Wajah, Ini 4 Manfaat Potensialnya

Waspadai Fase Kritis DBD

Salah satu hal yang sering membuat masyarakat keliru adalah menganggap turunnya demam sebagai tanda bahwa pasien pasti sudah sembuh.

Padahal, fase kritis DBD sering terjadi ketika demam mulai mereda, umumnya sekitar hari ke-3 hingga ke-7 sejak gejala awal.

Pada periode tersebut, sebagian pasien dapat mengalami kebocoran plasma dan berkembang menjadi dengue berat.

Karena itu, perubahan kondisi pasien perlu diperhatikan meskipun suhu tubuh sudah turun.

BACA JUGA:6 Manfaat Undur-Undur bagi Kesehatan, Benarkah Bisa Jadi Obat Alami?

Tanda Bahaya yang Harus Segera Mendapat Pertolongan

Kategori :