Generasi yang kemudian dikenal sebagai RX-King Cobra mulai diproduksi pada 1983 dan bertahan hingga sekitar 1991.
Nama "Cobra" muncul dari bentuk setang yang memiliki desain khas dan dianggap menyerupai leher ular cobra.
Tangkinya juga mempunyai bentuk lebih besar dibandingkan RX-K 135.
Salah satu ciri yang membuat RX-King Cobra menarik bagi kolektor adalah kode mesin Y1 dan Y2.
Pada generasi ini, mesin didatangkan dari Jepang, sedangkan sejumlah komponen lainnya seperti rangka dan bodi diproduksi serta dirakit di Indonesia.
Karakter mesin 2-taknya yang responsif membuat generasi Cobra memiliki reputasi kuat di kalangan pengguna motor pada masanya.
Sampai sekarang, unit dengan kondisi orisinal masih banyak diburu oleh penggemar dan kolektor.
BACA JUGA:Sekali Cas Tembus 190 Km! Sehebat Apa Daya Tahan Baterai Skuter Listrik Yadea Velax P?
3. Yamaha RX-King Master
Setelah generasi Cobra, Yamaha menghadirkan RX-King Master yang diproduksi sekitar 1992 hingga 2001.
Generasi ini menjadi penerus dengan berbagai penyempurnaan dibandingkan model sebelumnya.
RX-King Master dikenal menggunakan kode mesin Y1-74 yang berkaitan dengan produksi Yamaha di Pulogadung, Jakarta.
Salah satu perubahan yang terlihat pada perkembangannya terjadi pada bagian footstep belakang.
Mulai sekitar 1997, posisi footstep belakang tidak lagi terpasang langsung pada swing arm seperti pada model sebelumnya.
Perubahan tersebut menjadi salah satu pembeda antara versi awal dan versi yang lebih baru.
BACA JUGA:Cuma 50 Jutaan Buat Mobil Keluarga! Ini 3 Rekomendasi Mobil Bekas Paling Irit BBM dan Nyaman