Vanili mengandung vanilin yang bersifat antioksidan.
Antioksidan berperan dalam membantu menetralisir radikal bebas, yaitu molekul tidak stabil yang dapat merusak sel tubuh.
Paparan radikal bebas secara terus-menerus dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan beberapa jenis kanker.
Dengan adanya kandungan antioksidan, vanili berpotensi membantu menjaga kesehatan sel dan jaringan tubuh.
BACA JUGA:9 Manfaat Jambu Biji untuk Menjaga Kesehatan Tubuh
2. Berpotensi Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker
Sejumlah penelitian laboratorium menemukan bahwa vanilin memiliki aktivitas antikanker.
Dalam penelitian mengenai kanker usus, senyawa ini dilaporkan mampu menghambat pertumbuhan serta perkembangan sel kanker.
Meskipun hasilnya cukup menjanjikan, sebagian besar penelitian masih dilakukan pada tingkat laboratorium maupun hewan.
BACA JUGA:Tips Mencegah Gangguan Kulit Kronis: Panduan Menjaga Kesehatan Kulit dari Ancaman Bakteri dan Jamur!
Oleh karena itu, diperlukan uji klinis pada manusia untuk memastikan efektivitasnya.
3. Membantu Mengurangi Peradangan
Vanilin juga diketahui memiliki sifat antiinflamasi.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini dapat membantu menekan produksi zat-zat yang memicu peradangan di dalam tubuh, seperti TNF-α, IL-6, IL-1β, dan IFN-γ.
BACA JUGA:9 Manfaat Kembang Turi untuk Kesehatan, Kaya Nutrisi dan Baik untuk Tubuh
Efek tersebut diperkirakan dapat membantu melindungi jaringan tubuh, termasuk lambung, dari kerusakan akibat proses inflamasi yang berlebihan.