Konstipasi membuat seseorang harus mengejan lebih keras saat BAB.
Kondisi tersebut dapat memperparah wasir atau menyebabkan robekan kecil pada anus yang akhirnya memunculkan darah pada tinja.
BACA JUGA:Mengenal 15 Manfaat Buah Ciplukan dan Beragam Cara Mengolahnya agar Tetap Bernutrisi
Tidak Semua Tinja Merah Berarti BAB Berdarah
Perlu diketahui, warna merah pada tinja tidak selalu berasal dari darah.
Beberapa makanan dengan pigmen merah pekat, seperti buah naga merah, bit, atau makanan dan minuman yang menggunakan pewarna merah, dapat mengubah warna tinja sehingga tampak menyerupai BAB berdarah.
Jika Anda ragu apakah perubahan warna tersebut disebabkan oleh makanan atau benar-benar akibat perdarahan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.
BACA JUGA:Mengenal Minyak But But: Kandungan, Khasiat, dan Cara Menggunakannya dengan Tepat
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
BAB berdarah sebaiknya tidak dianggap sepele, terutama jika terjadi berulang, jumlah darah cukup banyak, disertai nyeri hebat, demam, penurunan berat badan, atau tubuh terasa lemas.
Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya.
Dengan mengetahui penyebabnya sejak dini, risiko komplikasi dapat diminimalkan dan pengobatan menjadi lebih efektif.