Gunakan standar tengah agar posisi motor berdiri tegak lurus di atas permukaan yang rata.
BACA JUGA:Mengenal Istana Bogor, Jejak Sejarah Kediaman Presiden yang Kaya Arsitektur dan Pesona Alam
Tips Ketiga Menemukan Titik Putaran Sekrup Udara Yang Paling Pas
Putar sekrup pengatur udara searah jarum jam menggunakan obeng hingga tertutup secara perlahan rapat.
Setelah menutup rapat putar kembali ke arah berlawanan sebanyak satu setengah sampai dua putaran.
Dengarkan perubahan raungan suara mesin secara saksama untuk menemukan posisi putaran paling tinggi.
Titik putaran tertinggi tersebut merupakan indikasi rasio campuran bahan bakar dan udara paling efisien.
BACA JUGA:Samsung Galaxy M14 Kian Diburu, Ini Alasan HP Baterai Besar Ini Masih Jadi Pilihan Favorit
Tips Keempat Mengatur Sekrup Stasioner Demi Menjaga Kestabilan Idle
Beralihlah memutar sekrup stasioner atau idle screw guna menjaga mesin tetap hidup tanpa digas.
Turunkan putaran mesin secara perlahan hingga mencapai ritme terendah namun tidak sampai mati mendadak.
Pastikan roda belakang tidak ikut berputar kencang saat tuas gas dalam kondisi dilepas bebas.
Setelan stasioner yang terlalu tinggi hanya akan membuang-buang bensin saat kendaraan berhenti di lampu merah.
BACA JUGA:Tim Mabes Polri Gelar Supervisi SPSE INAPROC, Wujudkan Pengadaan yang Akuntabel dan Presisi
Tips Kelima Dan Keenam Memeriksa Kondisi Busi Serta Uji Jalan
Lakukan pengujian langsung dengan menarik tuas gas secara mendadak untuk merasakan responsivitas mesin motor.