PAGARALAMPOS.COM - Banyak orang mengira bahwa rasa haus adalah satu-satunya alarm alami saat tubuh kekurangan asupan air harian.
Padahal sistem metabolisme manusia akan memberikan berbagai sinyal lain yang sering kali tidak kita sadari sejak dini.
Kondisi kekurangan cairan atau dehidrasi dapat memicu gangguan fungsi organ jika terus dibiarkan tanpa penanganan tepat.
Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda non-klasik yang ditunjukkan oleh tubuh.
BACA JUGA:Disdikbud Terima Kunjungan Komisi I DPRD Bengkulu Tengah, Perkuat Sinergi Tata Kelola Pendidikan
Penurunan Elastisitas Akibat Dehidrasi pada Jaringan Kulit
Kulit kering dan bersisik merupakan salah satu manifestasi klinis paling nyata dari kondisi tubuh yang kekurangan hidrasi.
Ketika pasokan air menurun drastis tubuh akan secara otomatis mengalirkan sisa cairan ke organ-organ yang lebih vital.
Akibatnya jaringan epidermis terluar akan kehilangan kelembapan alami sehingga teksturnya berubah menjadi kasar dan pecah-pecah.
Melakukan tes elastisitas kulit sederhana dengan mencubit punggung tangan bisa menjadi cara mendeteksi tingkat hidrasi Anda.
BACA JUGA:Mengenal 7 Senjata Tradisional Khas Sumatera Selatan yang Penuh Nilai Sejarah
Mengapa Kekurangan Air Bisa Memicu Sakit Kepala
Sensasi pusing berputar atau sakit kepala berdenyut erat kaitannya dengan penurunan volume darah di dalam tubuh.
Kekurangan cairan menyebabkan pembuluh darah di otak mengalami penyempitan sementara untuk mempertahankan tekanan yang ada.
Proses ini secara langsung menghambat kelancaran suplai oksigen dan nutrisi penting menuju ke pusat saraf manusia.