Mereka menggunakan simbol mawar putih untuk menyebarkan selebaran yang mengecam kekejaman Nazi dan menyerukan perdamaian.
Meskipun para pemimpinnya akhirnya dieksekusi mati, mawar putih tetap abadi sebagai simbol keberanian moral di tengah penindasan.
BACA JUGA:Legenda Menghilangnya Atlantis, Benarkah Ada Hubunganya Dengan Indonesia?
4. Bunga Anyelir (Carnation) — Revolusi Tak Berdarah yang Menggulingkan Diktator
Di Portugal, bunga anyelir merah menjadi ikon dari sebuah peristiwa bersejarah yang dikenal sebagai Revolusi Anyelir (Revolução dos Cravos) pada tahun 1974.
Konflik ini terjadi ketika faksi militer sayap kiri melakukan kudeta untuk menggulingkan rezim diktator Estado Novo yang telah berkuasa selama puluhan tahun.
Menariknya, nyaris tidak ada darah yang tumpah. Rakyat dan tentara justru menyumbat moncong senapan mereka dengan bunga anyelir merah yang sedang musim saat itu, mengubah sebuah konflik militer menjadi simbol perdamaian dan kebebasan sipil.
BACA JUGA:WOW! Ternyata Nama Suku Besemah Berasal Dari Sini, Apa Hubungannya ya?
5. Bunga Tulip — Krisis Ekonomi Global Akibat Obsesi Komoditas
Mundur jauh ke abad ke-17, bunga tulip memicu konflik sosial-ekonomi masif di Belanda yang dikenal dengan istilah Tulip Mania.
Kelangkaan dan keindahan tulip jenis tertentu membuat harganya melonjak gila-gilaan hingga setara dengan harga rumah mewah.
Ketika gelembung ekonomi ini pecah, ribuan orang bangkrut dalam semalam, memicu kepanikan massal, kerusuhan, dan ketegangan sosial yang hebat di seluruh negeri.
Peristiwa ini menjadi catatan sejarah pertama bagaimana keindahan kelopak bunga bisa memicu konflik finansial yang meruntuhkan tatanan masyarakat.