Letaknya yang strategis di pusat perdagangan rempah-rempah membuat kerajaan ini berkembang pesat dalam bidang ekonomi, pelayaran, dan perdagangan internasional.
Masa kejayaan terbesar dicapai ketika Sultan Baabullah memimpin kerajaan.
Setelah berhasil mengusir Portugis dari Ternate, ia memperkuat pengaruh kerajaan dan memperluas wilayah kekuasaannya hingga mencakup sebagian besar Maluku, kawasan Sulawesi bagian utara, tengah, dan timur, serta beberapa wilayah di selatan Kepulauan Filipina.
Setelah wafatnya Sultan Baabullah pada tahun 1583 M, kekuatan Kerajaan Ternate mulai melemah.
BACA JUGA:Jejak Sejarah Gunung Puntang, Pegunungan Eksotis yang Sarat Kisah Masa Lalu!
Kondisi tersebut diperparah oleh tekanan dari Spanyol dan masuknya VOC yang semakin mengurangi pengaruh politik serta ekonomi kerajaan di kawasan Maluku.
Peninggalan Kerajaan Ternate
Hingga saat ini, sejumlah warisan sejarah Kerajaan Ternate masih dapat ditemukan, di antaranya:
Istana Kesultanan Ternate yang menjadi pusat pemerintahan kerajaan pada masa lalu.
BACA JUGA:Museum Batik Danar Hadi Solo, Jejak Sejarah dan Pelestarian Warisan Batik Indonesia
Kompleks makam para Sultan Ternate yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.
Masjid Jami Kesultanan Ternate sebagai salah satu bukti perkembangan Islam di wilayah tersebut.
Berbagai koleksi bersejarah yang tersimpan di Museum Kesultanan Ternate, seperti singgasana sultan, perlengkapan perang, serta naskah Al-Qur'an tulisan tangan yang berasal dari masa kerajaan.
Peninggalan-peninggalan tersebut menjadi saksi penting perjalanan Kerajaan Ternate sebagai salah satu pusat kekuatan politik, perdagangan, dan penyebaran Islam di Indonesia bagian timur.