PAGARALAMPOS.COM - Banyak orang mengira kedua jenis kendaraan ini memiliki basis platform yang sama.
Padahal mobil crossover umumnya menggunakan sasis monokok yang menyatu dengan bodi utama.
Di sisi lain kendaraan SUV sejati biasanya mengandalkan sasis tangga yang terpisah.
Perbedaan fundamental pada struktur dasar ini sangat mempengaruhi karakteristik berkendara keduanya.
Karakter Pengendalian Dan Kenyamanan Di Jalanan
Penggunaan sasis monokok membuat mobil crossover terasa senyaman mengendarai sebuah sedan mewah.
Gejala limbung saat kendaraan melewati tikungan tajam dapat diredam dengan sangat baik.
Sementara itu mobil SUV cenderung terasa lebih kaku saat melintasi jalanan perkotaan.
Namun karakter kaku tersebut justru memberikan kestabilan ekstra saat membawa muatan penuh.
BACA JUGA:Dulu Jadi Rebutan, Kenapa Mobil LCGC Kini Mulai Sepi Peminat dan Ditinggal Konsumen Indonesia?
Ketangguhan Melibas Berbagai Medan Jalan Ekstrem
Urusan menaklukkan medan berat tentu menjadi keunggulan mutlak bagi kendaraan jenis SUV.
Ground clearance yang tinggi serta penggerak empat roda membuatnya sangat tangguh di alam.
Mobil crossover sendiri lebih dirancang untuk melintasi jalanan aspal rapi dan semi-offroad ringan.