PAGARALAMPOS.COM - Sepeda listrik kini semakin diminati masyarakat Indonesia karena dianggap praktis, hemat biaya, dan ramah lingkungan.
Namun, sebelum membeli atau mengganti baterai sepeda listrik, banyak pengguna masih bingung menentukan pilihan antara baterai lithium dan SLA.
Keduanya memang sering digunakan pada sepeda listrik, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda.
Memahami perbedaan kedua jenis baterai ini sangat penting agar pengguna bisa memilih sesuai kebutuhan harian dan anggaran yang dimiliki.
BACA JUGA:Dulu Jadi Rebutan, Kenapa Mobil LCGC Kini Mulai Sepi Peminat dan Ditinggal Konsumen Indonesia?
Baterai SLA atau Sealed Lead Acid merupakan jenis baterai timbal asam yang sudah lama digunakan pada kendaraan listrik. Harga baterai ini relatif lebih murah sehingga banyak dipakai pada sepeda listrik kelas ekonomis.
Selain itu, proses perawatannya juga cukup mudah dan suku cadangnya gampang ditemukan di pasaran. Sayangnya, baterai SLA memiliki bobot yang cukup berat.
Hal ini membuat sepeda listrik terasa lebih besar dan kurang nyaman saat digunakan dalam perjalanan jauh. Selain itu, usia pakainya juga cenderung lebih pendek dibandingkan baterai lithium.
Pengguna biasanya perlu mengganti baterai SLA setelah beberapa tahun pemakaian tergantung intensitas penggunaan.
BACA JUGA:Honda Vario 160 RoadSync 2026 Hadir Lebih Canggih, Skutik Sporty dengan Fitur Mirip Motor Sultan
Di sisi lain, baterai lithium mulai menjadi pilihan favorit pada sepeda listrik modern. Teknologi ini menawarkan bobot yang jauh lebih ringan sehingga kendaraan terasa lebih nyaman dan lincah saat dikendarai.
Daya tahan baterai lithium juga lebih lama dengan proses pengisian daya yang lebih cepat. Keunggulan lain dari baterai lithium adalah efisiensi energi yang lebih baik.
Sepeda listrik dengan baterai lithium biasanya mampu menempuh jarak lebih jauh dibandingkan baterai SLA dalam kapasitas yang sama.
Karena alasan inilah banyak produsen mulai menggunakan teknologi lithium pada produk terbaru mereka.
Meski begitu, harga baterai lithium memang lebih mahal. Biaya penggantian maupun pembelian awal bisa membuat sebagian konsumen berpikir dua kali.