PAGARALAMPOS.COM – Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah turun langsung ke lapangan, untuk berdiskusi sekaligus membagikan lapak pedagang dengan sistem undi di kawasan Pasar Terminal Nendagung, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagar Alam Selatan.
Pembagian lapak dilakukan secara terbuka dan transparan guna memastikan pemerataan kesempatan bagi seluruh pedagang. Sistem kuncang ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam dalam menciptakan penataan pasar yang lebih adil, tertib, dan terorganisir.
Dalam kesempatan itu, Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah menegaskan komitmen Pemkot Pagar Alam untuk terus melakukan pembenahan kawasan pasar, tidak hanya dari sisi lapak pedagang, tetapi juga pengaturan lalu lintas di sekitarnya.
“Mari kita bersama-sama membangun Kota Pagar Alam. Kita juga akan mengatur agar kendaraan bermotor bisa tertib, dengan menyediakan tempat parkir khusus yang akan diatur langsung oleh petugas Dinas Perhubungan. Artinya, kita secara bertahap menata dan membangun Kota Pagar Alam ini,” ujar Kak Ludi.
BACA JUGA:Dugaan Pungli di Pasar Nendagung, Kartu Asosiasi Pedagang Dibandrol Bervariasi Ada Rp.60 Ribu
BACA JUGA:Walikota Pagar Alam Soroti Dugaan Pungli Mengatasnamakan Asosiasi Pedagang Pasar Nendagung
Dengan penerapan sistem undi ini, diharapkan tidak ada lagi kecemburuan antar pedagang serta tercipta suasana pasar yang lebih kondusif. Selain itu, penataan parkir yang baik juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung pasar.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Pagar Alam dalam meningkatkan kualitas fasilitas publik serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penataan pasar yang lebih modern dan tertib.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM Kota Pagar Alam Herman melalui Sekdis Bambang mengatakan, adapun untuk penempatan lapak pedagang di Pasar Nendagung ini didahulukan bagi pedagang ikan dan kuliner.
"Sekitar 40 lapak pedagang akan disiapkan pihak Pasar, sejurus kondisi Pasar Terminal Nendagung masih kita rehabilitasi khususnya di gedung bangunan, sejumlah loss dagang termasuk untuk loss STA," imbuhnya.