PAGARALAMPOS.COM – Upaya pembenahan kawasan pasar tradisional terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam. Walikota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dekky Aprizal, meninjau langsung kondisi Pasar Nendagung sebagai langkah awal penataan berbasis lingkungan.
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi eksisting di lapangan sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan pembenahan. Sejumlah aspek menjadi fokus utama, di antaranya kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, sistem drainase, hingga rencana pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah menegaskan bahwa penataan pasar tidak hanya bertujuan memperindah kawasan, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
“Kita ingin pasar ini tidak hanya rapi dan nyaman, tetapi juga sehat serta ramah lingkungan,” ujarnya saat melakukan peninjauan.
Sementara itu, Kepala DLH Dekky Aprizal menyampaikan bahwa pihaknya telah memetakan sejumlah titik yang membutuhkan penanganan segera. Di antaranya area pembuangan sampah yang belum tertata dengan baik serta saluran air yang berpotensi menimbulkan genangan dan pencemaran.
BACA JUGA:Limbah Dapur MBG di Pagar Alam jadi Sorotan, DLH : Belum Miliki IPAL Standar
BACA JUGA:DLH Pasang Kontainer Sampah, Dekky Aprizal : Jangan Buang Sembarangan dan Petugas Angkut Ada Jadwal
Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga meninjau kondisi drainase di sekitar pasar yang dinilai perlu segera dibenahi guna mencegah banjir dan menjaga kualitas lingkungan sekitar.
Pemerintah Kota Pagar Alam menegaskan bahwa program penataan Pasar Nendagung akan mengedepankan prinsip pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menciptakan ruang publik yang sehat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Melalui penataan ini, Pasar Nendagung diharapkan dapat berkembang menjadi pasar yang lebih tertib, bersih, dan nyaman, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.