Setelah membersihkan kotak pasir, Anda bisa menaburkan sedikit baking soda di bagian dasar sebelum mengisi pasir baru.
Baking soda dikenal sebagai bahan alami yang efektif menetralkan bau dan relatif aman bagi kucing. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan deodorizer khusus kotak pasir yang banyak tersedia di toko perlengkapan hewan.
4. Rutin Membersihkan Kotoran
Untuk rumah yang tidak terlalu luas, kebersihan kotak pasir perlu dijaga dengan lebih disiplin. Idealnya, kotoran kucing dibersihkan setidaknya dua kali sehari, misalnya pada pagi dan malam hari.
BACA JUGA:Desain Teras Rumah Klasik yang Memberi Kesan Mewah dan Grand!
Agar aroma tidak tertahan di dalam rumah, kotoran sebaiknya dimasukkan ke dalam plastik kecil, diikat rapat, lalu segera dibuang ke tempat sampah di luar ruangan.
5. Gunakan Air Purifier
Bagi pemilik kucing yang tinggal di hunian kecil, penggunaan air purifier bisa menjadi solusi tambahan yang cukup efektif.
Perangkat ini bekerja dengan menyaring bulu halus, debu, serta partikel penyebab bau di udara. Pilih alat yang memiliki filter HEPA dan karbon aktif, karena kombinasi tersebut lebih optimal dalam menyerap bau organik seperti urin dan kotoran hewan.
6. Tempatkan Tanaman Penyaring Udara
Beberapa tanaman hias indoor dapat membantu memperbaiki kualitas udara sekaligus mempercantik tampilan ruangan.
Contohnya tanaman lidah mertua (Sansevieria) dan spider plant yang dikenal mampu membantu menyerap polusi udara. Namun pastikan tanaman yang dipilih termasuk jenis yang aman bagi kucing, sehingga tidak menimbulkan risiko jika berada di sekitar area kandang.
BACA JUGA:8 Desain Teras Mungil yang Bikin Bukber Ramadan 2026 Jadi Super Lega dan Estetik!
7. Perhatikan Sirkulasi Udara
Ventilasi yang baik sangat penting untuk menjaga udara di dalam rumah tetap segar. Meski ruang terbatas, usahakan membuka jendela atau pintu setiap hari selama 15 hingga 30 menit.
Aliran udara yang lancar membantu mengganti udara lama dengan udara baru, sehingga partikel bau tidak terperangkap di dalam ruangan.