Gunakan chain lube khusus motor, bukan oli bekas. Oli bekas memang terlihat praktis, tetapi justru membuat kotoran lebih mudah menempel dan mempercepat keausan.
Semprotkan pelumas secara merata di bagian dalam rantai sambil memutar roda belakang agar seluruh bagian terlapisi.
Waktu terbaik untuk melumasi rantai adalah setelah motor digunakan, ketika rantai masih hangat. Suhu hangat membantu pelumas lebih meresap ke dalam celah-celah kecil.
3. Periksa dan Atur Ketegangan Rantai
BACA JUGA:Samsung Galaxy A14 5G Punya Keunggulan Luar Biasa yang Wajib Kamu Ketahui
Rantai yang terlalu kendor bisa menimbulkan bunyi berisik dan hentakan saat berakselerasi. Sebaliknya, rantai yang terlalu kencang dapat membebani gir dan poros roda belakang.
Setiap motor memiliki standar kelonggaran rantai yang berbeda, biasanya sekitar 2–3 cm.
Periksa dengan menekan bagian tengah rantai ke atas dan ke bawah. Jika sudah melebihi batas, segera lakukan penyetelan di bagian adjuster roda belakang.
Pastikan penyetelan dilakukan secara seimbang antara sisi kanan dan kiri agar roda tetap lurus. Jika tidak yakin, lebih baik minta bantuan mekanik agar hasilnya presisi.
4. Cek Kondisi Gir Secara Berkala
Rantai dan gir bekerja sebagai satu kesatuan. Jika gir sudah aus atau giginya tajam seperti mata gergaji, rantai baru pun akan cepat rusak.
Perhatikan bentuk gigi gir depan dan belakang. Jika sudah terlihat miring atau runcing tidak wajar, sebaiknya ganti satu set sekaligus, yakni rantai dan kedua gir.
Mengganti salah satu saja biasanya membuat komponen baru cepat aus karena tidak seimbang dengan yang lama.
5. Hindari Beban Berlebih dan Akselerasi Kasar
Cara berkendara juga memengaruhi usia rantai. Sering membawa beban berlebih atau berboncengan dalam kondisi jalan menanjak membuat rantai bekerja lebih keras.