"Masyarakat, pengunjung, maupun wisatawan dilarang keras mendekati dan bermalam (camping) di pusat kawah dalam radius 1 km," tulis laporan resmi PVMBG.
Selain radius 1 km dari kawah, larangan ini juga diperluas hingga 2 km ke arah bukaan kawah di sektor utara. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi letusan freatik yang tiba-tiba serta ancaman gas-gas vulkanik beracun yang dapat terkonsentrasi di area tersebut dan membahayakan nyawa.
Himbauan bagi Masyarakat
Pihak berwenang menghimbau agar warga tetap tenang namun selalu waspada dan tidak termakan isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Informasi resmi akan selalu diperbarui melalui aplikasi MAGMA Indonesia dan saluran komunikasi PVMBG.
Bagi para pendaki, sangat disarankan untuk menunda aktivitas pendakian hingga ke puncak demi keselamatan bersama, mengingat karakter gunung api yang bisa berubah sewaktu-waktu.