PAGARALAMPOS.COM - Membangun rumah di lahan dengan lebar 6 meter adalah standar umum di area perkotaan Indonesia, terutama pada tipe kavling 6x12 atau 6x15 meter.
Masalah utama yang sering muncul pada desain 2 lantai adalah kesan bangunan yang terlihat seperti "kotak tinggi" yang tidak seimbang.
Tanpa permainan komposisi yang benar, fasad lebar 6 meter akan terasa sesak. Namun, dengan teknik arsitektur modern, keterbatasan ini justru bisa menjadi keunikan tersendiri.
Kuncinya terletak pada permainan garis horizontal, pembagian massa bangunan, dan pemilihan material. Berikut adalah 5 strategi desain agar fasad rumah 2 lantai Anda terlihat proporsional dan menawan.
BACA JUGA:Fasad Makin Berkelas! 7 Inspirasi Rumah Minimalis dengan Batu Alam yang Jadi Tren 2025!
1. Permainan Garis Horizontal untuk Ilusi Lebar
Untuk mengimbangi tinggi bangunan 2 lantai, gunakan elemen horizontal pada fasad. Anda bisa menggunakan canopy yang memanjang, deretan kisi-kisi kayu horizontal, atau aksen cat dengan garis mendatar.
Garis horizontal secara psikologis akan menarik mata ke samping, sehingga rumah lebar 6 meter terlihat lebih luas dari aslinya.
2. Pembagian Massa Bangunan (Maju-Mundur)
Jangan biarkan fasad rumah Anda rata satu bidang. Gunakan teknik massing atau pembagian massa dengan membuat salah satu bagian lantai dua sedikit lebih maju atau mundur.
Misalnya, area balkon dibuat menjorok keluar sementara area jendela kamar utama sedikit masuk ke dalam. Perbedaan kedalaman ini menciptakan bayangan yang membuat fasad terlihat lebih dinamis dan tidak membosankan.
BACA JUGA:Desain Fasad Rumah Kayu 2026 yang Bikin Tampilan Depan Makin Elegan!
3. Penggunaan Jendela Besar dan Kantilever
Gunakan jendela kaca yang besar di lantai dua untuk memberikan kesan transparan dan ringan. Padukan dengan kantilever (bagian bangunan yang menjorok tanpa tiang penyangga di bawahnya) pada area balkon.
Elemen ini memberikan kesan "melayang" yang modern dan sangat efektif untuk menghilangkan kesan berat pada bangunan yang berdiri di lahan sempit.