2. Grass Block (Paving Rumput)
Grass block memiliki lubang-lubang besar yang bisa diisi tanah dan ditanami rumput. Kombinasi antara beton dan vegetasi ini menjadikannya salah satu pilihan paling ramah lingkungan untuk carport.
Air hujan dapat langsung meresap melalui celah tanah di antara struktur beton.
BACA JUGA:5 Sofa Modular Cerdas yang Bikin Rumah Minimalis Jadi Super Fleksibel!
Selain membantu resapan, keberadaan rumput juga membuat suhu permukaan lebih sejuk dibanding lantai beton biasa. Ini sangat bermanfaat di iklim tropis yang panas.
Dari sisi kekuatan, grass block cukup kokoh untuk kendaraan pribadi seperti mobil keluarga.
Namun, pondasi tetap harus dipersiapkan dengan baik agar tidak amblas. Kelebihan lainnya adalah tampilan alami yang membuat halaman terasa lebih hijau dan asri.
Perlu diingat, rumput memerlukan perawatan rutin seperti penyiraman dan pemangkasan agar tetap rapi.
Jika dirawat dengan baik, carport justru bisa menjadi elemen estetika yang mempercantik fasad rumah.
3. Paving Interlock Berjarak (Celah Antar Blok)
Jenis ini sebenarnya paving block biasa, namun dirancang dengan sistem pemasangan berjarak. Celah di antara blok diisi pasir kasar atau kerikil kecil yang memungkinkan air meresap ke bawah.
Model interlock membuat struktur saling mengunci, sehingga tetap kuat menahan beban kendaraan.
BACA JUGA:Teras Rumah Mungil Jadi Adem Seketika? Ini Trik Cantik dengan Tanaman Rambat
Karena ada ruang antar blok, air hujan tidak langsung mengalir ke permukaan jalan, melainkan terserap melalui celah tersebut.
Kelebihannya adalah fleksibilitas desain. Anda bisa memilih berbagai bentuk seperti segi enam, persegi panjang, atau zigzag untuk menciptakan pola menarik.
Secara biaya, jenis ini juga relatif terjangkau dibanding paving porous khusus. Perawatannya pun cukup mudah. Jika pasir di sela-sela berkurang, Anda hanya perlu menambahkannya kembali agar fungsi resapan tetap optimal.