PAGARALAMPOS.COM - Berencana membangun atau merenovasi rumah tapi masih galau memilih atap pelana atau atap perisai? Tenang, kamu tidak sendirian.
Dua model atap ini memang paling sering dipakai di Indonesia karena cocok dengan iklim tropis. Tapi meski sekilas mirip, keduanya punya karakter, kelebihan, dan kekurangan yang cukup berbeda.
Supaya tidak salah pilih, yuk kita kupas satu per satu secara santai tapi tuntas.
Mengenal Atap Pelana
BACA JUGA:12 Model Rumah Modern Favorit Milenial, Desain Simpel Tapi Bikin Jatuh Hati!
Atap pelana adalah model atap dengan dua bidang miring yang bertemu di satu garis puncak.
Bentuknya sederhana dan sangat umum ditemukan pada rumah-rumah minimalis, rumah kampung, hingga bangunan modern.
Kelebihan atap pelana
Salah satu nilai plus utama atap pelana adalah konstruksinya yang sederhana. Proses pembangunan relatif lebih cepat dan tidak membutuhkan rangka yang rumit.
Hal ini tentu berdampak pada biaya yang lebih hemat, baik dari sisi material maupun tenaga kerja.
Atap pelana juga unggul dalam pembuangan air hujan. Kemiringannya memungkinkan air mengalir lancar ke satu arah, sehingga risiko genangan air di atap sangat kecil.
BACA JUGA:Sofa Magika Modular: Jawaban Cerdas untuk Sudut Ruangan Bergaya Modern!
Selain itu, model ini memberi ruang cukup luas di bagian plafon, bahkan bisa dimanfaatkan sebagai loteng atau ruang sirkulasi udara tambahan.
Dari sisi estetika, atap pelana fleksibel dipadukan dengan berbagai gaya rumah, mulai dari tradisional hingga modern minimalis.
Kekurangan atap pelana