PAGARALAMPOS.COM - Musim kemarau seringkali membawa suhu panas yang menyengat, membuat banyak orang mendambakan sebuah hunian yang sejuk dan nyaman.
Menjaga sirkulasi udara di rumah menjadi sebuah kunci utama agar hunian tetap sehat, terutama di tengah iklim tropis Indonesia.
Banyak masyarakat kini mencari alternatif ventilasi alami yang efektif agar tidak selalu bergantung pada pendingin sebuah ruangan seperti AC.
Solusi ini tidak hanya membantu menghemat sebuah energi secara signifikan, tetapi juga mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
1. Mengutamakan Ventilasi Silang (Cross Ventilation)
Ventilasi yang baik idealnya memiliki bukaan di dua sisi berlawanan rumah. Aliran udara bisa masuk dan keluar secara alami, membuat ruangan lebih sejuk tanpa bantuan AC.
2. Ventilasi Atas untuk Udara Panas
Udara panas cenderung naik. Karena itu, ventilasi di bagian atas dinding—dekat plafon atau menggunakan lubang angin memanjang—sangat efektif untuk membuang panas dari dalam rumah.
BACA JUGA:Rumah Bertingkat Modern 2026, Inspirasi Desain Fungsional yang Menjawab Tantangan Lahan Terbatas
3. Gunakan Lubang Angin Sederhana
Lubang angin berbentuk kotak, persegi panjang, atau motif geometris sederhana sudah cukup. Bisa dipadukan dengan roster beton atau roster tanah liat agar tetap estetik dan aman.
4. Menyatu dengan Jendela
Ventilasi bisa digabung dengan jendela nako, jalusi, atau jendela atas mati (bovenlicht). Selain menghemat ruang, desain ini membantu pencahayaan alami masuk ke rumah.
BACA JUGA:7 Jenis Tanaman Hias Gantung Ini: Bikin Suasana Rumah Teduh dan Estetik ala Resort!