PAGARALAMPOS.COM - Kompetisi di segmen smartphone flagship kembali menghangat setelah beredar kabar mengenai kehadiran iQoo 15 Ultra.
Ponsel anyar dari sub-brand Vivo ini digadang-gadang dirancang untuk kebutuhan performa kelas atas, terutama bagi pengguna yang gemar bermain gim dan menjalankan aplikasi berat.
Keunggulan yang paling banyak disorot dari iQoo 15 Ultra adalah teknologi pendinginan canggih yang diklaim mampu menjaga suhu perangkat tetap stabil dalam penggunaan jangka panjang.
Aspek ini menjadi krusial mengingat perangkat berperforma tinggi kerap menghadapi persoalan panas berlebih saat dipacu maksimal.
Selama ini, iQoo dikenal konsisten menghadirkan smartphone bertenaga dengan harga yang masih tergolong kompetitif.
BACA JUGA:Tampil Lebih Dewasa, Honda Scoopy Stylish 2026 Grey Hadirkan Sentuhan Elegan dan Teknologi Terkini!
Melalui seri 15 Ultra, produsen tampaknya ingin menetapkan tolok ukur baru di kategori flagship gaming dengan mengedepankan performa yang stabil dan berkelanjutan, bukan sekadar unggul di spesifikasi tertulis.
Teknologi Pendinginan Terbaru
Panas berlebih masih menjadi tantangan utama pada ponsel kelas atas. Untuk mengatasinya, iQoo 15 Ultra disebut akan mengusung sistem pendinginan generasi terbaru yang memadukan vapor chamber berukuran luas, lapisan grafit berlapis, serta material penghantar panas dengan efisiensi yang lebih tinggi.
Kombinasi tersebut berfungsi menyalurkan panas secara merata ke seluruh bodi perangkat, sehingga suhu chipset tetap terjaga meskipun digunakan untuk gaming intens, multitasking berat, atau pemrosesan grafis dalam waktu lama.
BACA JUGA:Touring Makin Praktis! Yamaha EC-06 Andalkan Teknologi Swap Baterai Super Cepat
Performa Tangguh untuk Gim Berat
Di sektor performa, iQoo 15 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset flagship terkini dengan teknologi fabrikasi modern.
Konfigurasi ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja CPU dan GPU, sehingga pengalaman bermain gim tetap mulus, responsif, dan minim penurunan frame.
Tak hanya mengandalkan perangkat keras, optimalisasi perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan juga dikabarkan berperan besar. Sistem akan mengatur kinerja dan konsumsi daya secara adaptif agar performa tetap optimal tanpa memicu peningkatan suhu berlebih.