Dari sisi biaya, galvalum tergolong ekonomis dan cocok untuk desain kanopi yang sederhana serta rapi. Agar tampil maksimal, pengerjaan sambungan dan finishing perlu dilakukan dengan presisi.
2. Besi Hollow
Besi hollow menjadi salah satu material favorit untuk tiang kanopi karena tampilannya yang bersih dan tegas. Struktur ini mudah dibentuk sesuai kebutuhan desain dan mampu menopang berbagai jenis atap, seperti kaca atau polycarbonate.
BACA JUGA:Inspirasi Desain Rumah 9x12 Minimalis Modern dengan 3 Kamar Tidur!
Dengan lapisan cat antikarat atau powder coating, besi hollow tidak hanya awet, tetapi juga memberikan kesan kokoh tanpa terlihat berlebihan.
3. Kayu Keras (Ulin atau Bengkirai)
Untuk menghadirkan nuansa alami, kayu keras seperti ulin dan bengkirai dapat dijadikan alternatif tiang kanopi.
Material ini dikenal kuat dan tahan terhadap kondisi luar ruangan, sekaligus memberikan kesan hangat dan berkelas.
Meski demikian, kayu memerlukan perawatan rutin, seperti pelapisan antirayap dan antijamur, agar tetap awet dan tampil menarik.
4. Beton Bertulang
Bagi yang menginginkan struktur kanopi permanen dan menyatu dengan bangunan, beton bertulang adalah pilihan paling solid.
BACA JUGA:Desain Teras Rumah Klasik yang Memberi Kesan Mewah dan Grand!
Material ini sangat stabil, tahan terhadap cuaca ekstrem, dan relatif minim perawatan. Dengan sentuhan finishing seperti cat tekstur atau batu alam, tiang beton justru dapat memperkuat kesan kokoh dan elegan pada fasad rumah.
Menentukan bahan tiang kanopi bukan hanya persoalan kekuatan, tetapi juga kenyamanan dan tampilan jangka panjang.
Dengan memilih material yang sesuai, kanopi tidak sekadar menjadi penopang atap, melainkan elemen arsitektur yang memperindah rumah dan memberikan rasa aman bagi penghuninya.