Warna berperan besar dalam menyatukan dua gaya yang berbeda. Gaya vintage umumnya identik dengan warna hangat seperti cokelat, krem, hijau zaitun, atau mustard, sementara gaya modern cenderung menggunakan warna netral dan monokrom.
Untuk mengharmoniskannya, pilih palet warna netral sebagai dasar, lalu sisipkan warna vintage sebagai aksen. Misalnya, sofa modern berwarna abu-abu dapat dipermanis dengan bantal bermotif klasik atau karpet bermotif etnik.
BACA JUGA:Patut Dicontoh! 6 Kebiasaan kecil Orang-orang Sukses yang Bisa Diterapkan Semua Orang. Mau Coba?
Dengan begitu, transisi antara vintage dan modern terasa lebih halus.
4. Mengombinasikan Tekstur dan Material
Perpaduan tekstur dan material adalah cara efektif untuk menyatukan dua gaya berbeda. Material vintage seperti kayu solid, rotan, atau kain bermotif dapat dipadukan dengan material modern seperti kaca, logam, atau beton.
Contohnya, meja kayu tua dapat dikombinasikan dengan lampu gantung modern berbahan metal. Permainan tekstur ini tidak hanya menambah kedalaman visual, tetapi juga membuat ruangan terasa lebih hidup dan berlapis.
5. Memilih Dekorasi sebagai Penyeimbang Gaya
BACA JUGA:Dilakukan Pemeliharaan, Pasokan Air Saluran Sekunder DI Lematang Bisa Dimanfaatkan Petani
Dekorasi berfungsi sebagai elemen pengikat antara vintage dan modern. Pilih dekorasi yang memiliki nilai estetika sekaligus makna personal, seperti jam dinding klasik, lukisan lawas, atau koleksi barang antik, lalu padukan dengan tata letak modern yang rapi.
Hindari menumpuk terlalu banyak dekorasi agar ruangan tetap terasa lapang. Prinsip “less is more” dari gaya modern dapat diterapkan untuk menampilkan dekorasi vintage secara lebih elegan dan terkurasi