Meski ada perbedaan di detail desain serta ukuran velg, kedua model — baik Scoopy di Thailand maupun Indonesia tetap memakai mesin 110 cc SOHC dengan teknologi eSP (Enhanced Smart Power) yang dikenal irit dan responsif untuk penggunaan harian di jalan kota.
Kapasitas mesin ini mampu menghasilkan tenaga yang cukup seimbang untuk mobilitas harian sekaligus konsumsi bahan bakar yang efisien.
Fitur keselamatan dasar seperti Combined Brake System (CBS) juga hadir di kedua pasar, meskipun Smart Key bisa jadi tergantung varian dan negara distribusi unitnya. Di Indonesia, Smart Key jadi fitur khusus pada varian tertentu seperti Prestige atau Stylish.
BACA JUGA:Review New Honda Scoopy 2025: Skutik Modis dengan Fitur Baru, Apa Saja Plus-Minusnya?
Harga dan Positioning Pasar
Dilaporkan bahwa versi Scoopy di Thailand diposisikan sebagai skutik lifestyle premium sehingga harganya bisa lebih tinggi dibanding Scoopy di Indonesia, meskipun spesifikasi mesin dan banyak fitur dasarnya serupa.
Ini menunjukkan strategi pemasaran yang berbeda antara dua negara, menyesuaikan dengan daya beli dan preferensi konsumen lokal.
BACA JUGA:Siap Jadi Trendsetter Baru, Skutik Retro New Honda Scoopy Kini Semakin Stylish dan Mewah!
Kesimpulan
Facelift Honda Scoopy 2026 di Thailand memang membawa perubahan pada desain dan beberapa fitur agar tampil lebih sporty dan premium, terutama lewat ukuran velg yang lebih besar dan beberapa elemen fungsional tambahan.
Sementara Scoopy lokal Indonesia tetap mempertahankan kekuatan desain retro‑modern serta fokus pada fitur setiap varian termasuk panel meter modern dan Smart Key sesuai kebutuhan pengguna harian di dalam negeri.