Sebagian orang sensitif terhadap bahan kimia yang digunakan dalam kuku tiruan. Reaksi yang muncul bisa berupa kemerahan, gatal, iritasi, bahkan muncul nanah di sekitar kuku. Beberapa zat yang perlu diwaspadai antara lain etil metakrilat, benzofenon pada gel kuku, serta senyawa formaldehida tertentu.
3. Kerusakan Kuku Alami
Proses pemasangan kuku palsu umumnya melibatkan pengikiran permukaan kuku asli. Ditambah paparan bahan kimia, kondisi ini dapat membuat kuku menjadi lebih tipis dan rapuh. Saat pelepasan, kuku biasanya direndam dalam cairan aseton cukup lama, yang berpotensi menyebabkan kuku kering dan mudah patah.
Penggunaan kuku palsu dalam jangka panjang juga menuntut perawatan rutin ke salon setiap dua hingga tiga minggu. Jika tidak dilakukan dengan tepat, kuku asli dapat mengalami kerusakan permanen.
BACA JUGA:Carport Mini Hemat Lahan: Solusi Parkir Mobil Kota dengan Desain Minimalis Modern
Perlu Bijak Sebelum Menggunakan
Bagi banyak wanita, kuku palsu memang mampu meningkatkan rasa percaya diri. Namun, penting untuk memahami bahwa kecantikan instan ini memiliki risiko tersendiri. Penggunaan bahan kimia dan proses pemasangan yang kurang tepat dapat berdampak pada kesehatan kuku dan kulit di sekitarnya.
Sebelum memilih menggunakan kuku palsu, pastikan dilakukan oleh tenaga profesional, perhatikan kebersihan alat, dan beri waktu kuku alami untuk “beristirahat” agar tetap sehat dan kuat.