0,5 hingga 1 milimeter, dengan amplitudo dominan sebesar 0,5 milimeter.
Tremor ini menunjukkan adanya aktivitas di dalam tubuh gunung yang masih berlangsung secara kontinu.
Selain itu, terekam pula noise pada peralatan seismik, yang menandakan adanya gangguan getaran non-vulkanik di sekitar area pengamatan.
BACA JUGA:Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan, Pegawai RSD Besemah Jalani Tes Psikologi
Dengan mempertimbangkan seluruh data pengamatan tersebut, PVMBG menetapkan status aktivitas Gunung
Dempo tetap berada pada Level II atau Waspada.
Masyarakat di sekitar gunung serta para wisatawan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi
rekomendasi yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.
BACA JUGA:Tim Visitasi Tinjau Pelayanan Dialisis RSD Besemah
PVMBG secara tegas merekomendasikan agar masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak mendekati serta tidak
bermalam atau berkemah di pusat aktivitas kawah Marapi – Gunung Dempo dalam radius 1 kilometer.
Selain itu, area sejauh 2 kilometer ke arah utara, yang merupakan sektor bukaan kawah, juga harus dihindari.
Kawah Gunung Dempo berpotensi mengeluarkan gas-gas vulkanik berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
BACA JUGA:Korban Tenggelam di Curup Besemah Berhasil Dievakuasi
Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu
mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan Badan Geologi Kementerian ESDM.