Selama proses evakuasi, Satlantas berupaya melakukan pengamanan dan mengatur arus lalu lintas. Dikarenakan atrian kendaran yang hendak lewat terhambat.
"Kita berlakukan kendaraan melintas secara bergantian," katanya.
AKP Herman SH juga menyinggung jika truk kendaraan dinilai over loader atau bermuatan lebih. Belum lagi diperparah dengan pengalaman sopir dan kondisi truk yang tidak memadai untuk melintasi medan beliku di kawasan perbatasan Pagar Alam - Lahat yang dinilai cukup ekstrim.
"Jadi kita imbau kepada pengendara atau pihak terkait agar insiden ini menjadi perhatian kita bersama tidak hanya tugas Satlantas," ujar AKP Herman.
Sementara itu, Danramil 13 Dempo Selatan Lettu Inf Abdul Halim mengatakan, pihaknya turut melakukan pengawalan di lokasi kejadian.
"Truk tronton tersebut bermuatan besi tujuannya mengisi material untuk pembangunan SMA Taruna di kawasan Bandara Atung Bungsu," katanya seraya mengatakan awalnya truk tersebut hanya konvoian dua trruk saja.
Dia menilai, kejadian tersebut adalah musibah. "Hanya saja, sopirnya baru pertama kali melintas di Liku Endikat," ucap Danramil.
Menyikapi insiden tersebut, pihak TNI yang akan melakukan pengawalan di lokasi dan kedepan akan mengingatkan kepada para sopir pengangkut material SMA Taruna Nusantara agar memastikan kondisi kendaraan ketika melintasi Liku Endikat.
"Kita juga mengingatkan kepada para sopir agar tidak konvoi jarak berdekatan saat melintasi jembatan Endikat," pungkasnya seraya mengatakan alat berat didatangkan dari lokasi pembangunan SMA Taruna.