PAGARALAMPOS.COM - Jaje Bendu merupakan salah satu kudapan khas dari Bali yang menggugah selera dengan isian kelapa parut dan gula merah.
Kue tradisional ini dibuat secara sederhana namun sarat makna, menggabungkan rasa manis dan lembut yang dibalut dalam adonan tepung kenyal.
Setiap potongan Jaje Bendu menghadirkan harmoni antara bahan alami dan keahlian tangan para pembuatnya, mencerminkan kekayaan kuliner warisan masyarakat Bali yang terus dijaga hingga kini.
Lebih dari sekadar camilan, Jaje Bendu merupakan simbol budaya yang mengandung nilai kebersamaan dan rasa syukur dalam setiap gigitan.
Kue ini menjadi bukti bahwa makanan tradisional bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang kisah dan identitas daerah asalnya.
BACA JUGA:Warungboto: Situs Sejarah yang Terlupakan, Kini Jadi Primadona Wisata?
Warna-Warni Jaje Bendu dan Filosofinya
Keunikan Jaje Bendu terletak pada ragam warnanya yang memanjakan mata sekaligus membawa cerita tersendiri:
Varian Putih
Versi klasik dengan cita rasa lembut dan manis khas perpaduan kelapa parut serta gula merah cair. Warna putih melambangkan kesucian dan tradisi yang diwariskan dari masa ke masa.
Varian Hijau
Menggunakan daun pandan sebagai pewarna alami, varian ini memiliki aroma wangi yang menenangkan. Setiap gigitan menghadirkan sensasi segar dan alami khas tropis Bali.
BACA JUGA:Pesona Alam Karanganyar: 4 Destinasi Wisata yang Tak Boleh Dilewatkan
Varian Ungu
Terbuat dari campuran ubi ungu, kue ini tampil memikat sekaligus memberikan rasa manis alami yang khas. Warna ungu melambangkan kreativitas dan inovasi dalam menjaga resep tradisional agar tetap relevan di masa kini.